Pasca Lebaran, Awas Depok Diserbu Pendatang Gelap

56
HM Munir

Margoda | jurnaldepok.id
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok melakukan operasi yustisi terhadap para pendatang di terminal dan stasiun di kawasan Depok. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya pendatang gelap yang masuk ke Depok.

“Hari ini (kemarin,red) kami sudah memulai melakukan operasi yustisi atau pendataan penduduk di tiga titik yakni di Terminal Jatijajar, Stasiun Depok Lama dan Stasiun Depok Baru, ini untuk mengetahui berapa banyak jumlah penduduk yang datang ke Depok,” ujar HM Munir, Kepala Disdukcapil Kepada Jurnal Depok, Minggu (9/6).

Ia menambahkan, selain melakukan operasi yustisi di terminal dan stasiun, pihaknya juga akan melakukan operasi tersebut di 11 kecamatan. Dikatakannya, pihaknya memiliki program operasi yustisi sebanyak 22 kali dalam setahun.

“Termasuk pasca lebaran ini kami akan lakukan di 11 kecamatan,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bagi pendatang yang akan tinggal selama makimal enam bulan di Depok, diwajibkan membuat surat keterangan tempat tinggal yang dikeluarkan oleh kelurahan setempat.

“Tapi kalau pendatang akan tinggal lebih dari enam bulan harus mengajukan surat pindah ke Depok dari daerah asal mereka,” katanya.

Dikatakannya, setiap pasca lebaran jumlah penduduk Kota Depok mengalami kenaikkan. Namun begitu, dirinya merasa kesulitan untuk melakukan pendataan.

“Memang ada kenaikan, namun jumlahnya tak signifikan. Secara admistrasi sulit untuk didata, karena data yang ada di system kami adalah mereka yang telah tercatat di kependudukan, Depok kan pintu masuknya banyak,” ungkapnya.

Saat ini, sambungnya, jumlah penduduk Depok yang tercatat secara resmi di Dinas Kependudukan Kota Depok mencapai 1,8 juta jiwa lebih. n Rahmat Tarmuji

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here