Heboh! Seorang Satpam Ngaku Imam Mahdi

45
Inilah sosok Winardi yang mengaku-ngaku sebagai Imam Mahdi

Sawangan | jurnaldepok.id
Aparat atau petugas gabungan pada mendatangi Padepokan Trisula Weda Jalan H. Sulaiman RT2/5 Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan.

Petugas datang ke lokasi tersebut karena beredaranya undangan terbuka Keluarga Besar Trisula Weda open house Halal Bihalal Idul Fitri 1440 Hijriyah bersama Sang Pembaharu yakni Imam Mahdi melalui media sosial.

Ketua RW05 Kelurahan Bedahan Hasan mengatakan bahwa warga sekitar hanya mengetahui padepokan tersebut sebagai tempat pengobatan gratis. Terkait undangan halal bihalal tersebut yang dihadiri Imam Mahdi warga sekitar tidak mengetahui.

“Saya baru tahu dari aparat Polisi dan TNI datangi kediaman itu. Undangan itu ramai di media sosial, halal bi halal bersama Imam Mahdi,” ujarnya kemarin.

Dia mengatakan lokasi padepokan tersebut sudah ada sejak 2013 dan baru sedikit yang mendatangi tempat tersebut.

“Lama-kelamaan mulai ramai warga luar yang datang ke padepokan tersebut. Para pengikutnya bukan asli Depok. Ada yang dari Jawa, Sumatera, dan luar pulau Jawa dan wilayah lainnya,” jelasnya.

Dianggap meresahkan, permasalahan tersebut kemudian dibawa ke
aparat keamanan, pemerintah, dan Majelis Ulama Indonesia Kota Depok.

“Kami berharap ada dialog terbuka dengan orang bersangkutan sebagai Imam Mahdi di Kantor Kecamatan dengan dihadiri para tokoh ulama dan agama Kota Depok dan Sawangan dapat menjadi pemecahan terbaik dalam hal ini,” ucapnya.

Neneng (35) warga sekitar lokasi mengaku kaget mendengar akan ada acara open house Idul Fitri diadakan oleh Imam Mahdi langsung.

“Sepengetahuan saya aliran Imam Mahdi berbeda dari ajaran agama Islam yang ada sehingga masih dipersoalkan,”tambahnya.

Kapolsek Sawangan Kompol Suprasetyo mengatakan pihaknya telah mendatangi Padepokan Trisula Weda mengatasnamakan Imam Mahdi akan mengundang open house Halal Bihalal.

“Sudah kami cek orang yang mengaku Imam Mahdi yaitu Winardi ini bekerja sebagai security di Jakarta Selatan,”tuturnya.

Pihaknya pun mengadakan dialog untuk mengklarifikasi dari penjelasan orang mengaku sebagai Imam Mahdi tersebut.

Sementara itu Majelis Ulama Indonesia Kota Depok meminta kepada Winardi yang mengaku sebagai Imam Mahdi untuk menghentikan kegiatannya dan bertaubat.

Ketua MUI Kota Depok Dimiyati Badruzaman mengatakan pihaknya sudah melakukan mediasi bersama Camat, Danramil, dan Kapolsek Sawangan bahwa sebutan Imam Mahdi tidak tepat dan keliru.

Setelah MUI membuka tiga kitab yang membicarakan khususnya Imam Mahdi yang akan turun di akhir zaman nanti, tentunya tidak sama sekali sesuai.

“Nama Imam Mahdi sebenarnya bin Abdullah keturunan Nabi Muhammad SAW. Ini sementara ini namanya Winardi Bin Sukirno, dari Pacitan, tentunya tak sesuai Alquran dan hadist Nabi sehingga kami meminta supaya bertobat kepada Allah, dan mengucapkan dua kalimat syahadat,” kata Dimyati.

Menurutnya ajaran Winardi tersebut sesat dan menyesatkan umat karena tidak sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW.

“Orang yang tak lagi sesuai dengan ajaran hadist maka ini salah, keliru, dan tidak benar. Maka ini ajaran yang menyimpang. Kami meminta agar dia (Wardi) bertaubat dan gelar Imam Mahdi agar ditinggalkan, dan muridnya agar meninggalkan karena tak sesuai dengan ajaran,” jelasnya.

Jika Winardi dan pengikutnya tetap bersikeras, Dimyati khawatir hal ini akan menimbulkan konflik.

“Alhamdulillah yang bersangkutan sudah mengaku taubat dan mengucap dua kalimat syahadat. Saya pertegas bahwa ia sudah mengucap dengan tegas bahwa beliau bukan Imam Mahdi,” ucapnya.

Winardi selaku Ketua Padepokan Trisula Weda mengaku sebagai Imam Mahdi ketika dirinya bermimpi dari perintah Allah SWT.

“Saya mimpi sebutan Imam Mahdi itu diberikan oleh Allah SWT. Saya minta maaf atas perbuatan yang saya lakukan. Saya juga minta maaf karena sudah meresahkan dan saya taubat tidak akan pernah mengaku-ngaku lagi sebagai Imam Mahdi,” tandasnya.n CR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here