Pengamen Tewas Kecebur Di Kali

110
Mayat seorang pengaman yang ditemukan warga

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Seorang pengamen pada Senin (27/5) malam ditemukan tewas tercebur Kali di RT 05/02 Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian, saat itu korban bersama rekannya membagikan hasil uang ngamen di pinggir kali.

Korban mendapatkan uang sekitar Rp 9000, usai mendapatkan uang korban lalu bergegas meninggalkan lokasi. Namun naas saat melintas di pinggir kali korban terpeleset dan kecebur di lokasi kali yang memiliki kedalaman 160 senti meter.

Sementara itu Ketua RT 05/02 Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas Aselih mengatakan penemuan mayat diperkirakan berumur 12-15 tahunm

Mayat tersebut ditemukan dipinggiran kali dan sudah tidak bernyawa, lalu diangkat ke atas oleh warga.

“Awalnya ada anak kecil berlari-lari minta tolong ke warga kalau temennya lompat dari jembatan pintu air, lalu warga mendatangi lokasi dan terlihat korban sudah meninggal,”katanya.

Kanit Reskrim Polsek Pancoran Mas Iptu Hendra mengatakan anggota piket Reskrim dan SPKT sudah ke lokasi kejadian.

Ia mengungkapkan informasi awal korban bercanda bersama temannya namun terpleset dan masuk ke dalam kali.

Dia menambahkan untuk memastikan korban anak laki-laki diketahui pengamen tersebut masih diselidiki anggota.

“Masih dalam penyelidikan, anggota masih menuju ke lokasi kejadian menunggu laporan dari TKP,” ucapnya.

Kapolsek Pancoran Mas Rony A Wowor menambahkan korban atas nama
Fahri Ahmad umur 9 tahun.

Korban adalah pengamen akibat terjatuh dan tenggelam di grojogan Pintu Air Kali Citayam.

Berdasarkan keterangan saksi teman korban Indra (10) korban kecebur ke aliran pintu air deras. Korban bercanda dengan temannya. Kala itu korban mengejar saksi namun tiba-tiba korban yang sedang berlari terpeleset dan akhirnya jatuh ke dalam air.

“Lokasi kejadian pintu air kedalam air mencapai 160 centimeter. Warga beramai-ramai mengevakuasi jasad korban sudah mengambang di pinggiran kali,” jelasnya.

Atas keinginan keluarga korban, lanjut Roni, tidak menginginkan anaknya untuk divisum. “Korban sudah dimakamkan di wilayah Kecamatan Cipayung,” pungkasnya.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here