Balon Walikota Ditunjuk Langsung DPP PKS, Idris Selow

401
Mohammad Idris

Sawangan | jurnaldepok.id
Kandidat kuat bakal calon (Balon) Walikota Depok yang juga petahana, Mohammad Idris bersikap selow saat ditanya peluangnya untuk maju kembali dalam Pilkada Depok 2020 mendatang. Idris juga menyikapi santai terkait wacana DPP PKS yang akan menunjuk langsung calon Walikota Depok.

“Tunggu saatnya tiba, kalau sekarang menurut saya masih kepagian kalau saya jawab. Itu hak nya PKS untuk mencalonkan siapa walikota-wakil walikota nya, saya yakin PKS tidak hanya berasumsi atau melihat karena saya petahana,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, kemarin.

Idris meyakini PKS akan melakukan survey untuk menguatkan siapa yang nantinya bakal diusung.

“Kalau feeling politik yang namanya petahana wajar jika diminta atau minta lagi, feeling politik seperti itu. Tapi kan enggak cukup dengan feeling karena politik ini bisa berubah-ubah dan bisa direkayasa agar petahana elektabilitasnya berkurang, itu bisa saja dari lawan-lawan politik,” paparnya.

Dari itu sambungnya, mereka (parpol,red) akan melakukan survey sebelum September 2019 karena proses Pilkada akan dimulai pada September tahun ini.

Idris mengungkapkan, PKS akan melakukan survey beberapa kali di internal partai dan DPD PKS akan melakukan pemilihan raya untuk menguatkan mesin politik mereka.

“Secara sikologis jika kader-kader PKS yang permanen dan taat kepada struktur, misalnya sampai 40 persen saja mereka akan berani menunjuk calon mereka untuk maju di pilkada. Tapi misalnya DPP belum memutuskan siapa calon walikota lalu DPD sudah mengeluarkan nama-nama calon kuat mereka yang tidak hanya satu nama, nanti survey nya akan diacak, dengan siapa pasangannya yang lebih tepat,” terangnya.

Lebih lanjut Idris mengatakan, bahwa dirinya tidak akan mencampuri urusan internal PKS dan tidak akan minta-minta untuk dicalonkan.

“Saya akan pasif dan akan terus bekerja menyelesaikan janji kampanye saya sampai tahun anggaran 2021,” ungkapnya.

Namun begitu, jika Idris masih akan dicalonkan oleh PKS, ini jawabannya.

“Kalau dicalonkan kembali, secara pribadi saya katakan dari awal dahulu tidak serta merta saya menerima. Pertama saya memiliki tim media yang akan melakukan survey, bukan saya tak percaya dengan survey PKS tapi saya pribadi yang berkepentingan untuk mengemban amanah ini juga akan melakukan survey yang sama oleh tim,” jelasnya.

Yang kedua, kata Idris, ia akan melakukan istiqharah untuk mengambil keputusan.

“Dan yang ketiga tetap mempertimbangkan dukungan keluarga saya, tiga hal itu yang akan saya lakukan sebelum saya menentukan iya atau tidak. Jadi jangan menunggu atau berharap saya mengatakan iya atau tidak saat-saat ini,” katanya.

Sebelumnya DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan menunjuk langsung bakal calon (Balon) Walikota Depok untuk periode 2020-2025. Untuk mennetukan itu, kali ini PKS tidak akan menggelar pemilihan raya (Pemira).

“Untuk kepala daerah enggak (Pemira,red), nanti prosesnya menunggu usulan dari DPD dan DPW, kalau untuk pusat atau DPP sifatnya hanya mengetahui saja,” ujar Mahfudz Abdurrahman, Bendahara Umum DPP PKS kepada Jurnal Depok, belum lama ini.

Ia menambahkan, hal itu juga akan terjadi di Kota Depok. Bahwa partainya nanti akan menunjuk langsung siapa yang akan diusung menjadi Walikota Depok.

“Kalau untuk itu (berkoalisi lagi dengan Gerindra,red) kami belum tahu, belum menukik ke arah situ,” punkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here