Blokade Jalan Kantor Kecamatan Dieksekusi

64
Camat Zaenudin saat memimpin eksekusi blokade jalan menuju kantor kecamatan

Limo | jurnaldepok.id
Ratusan warga Kecamatan Limo Jumat, (24/5) mengikuti prosesi pembukaan pagar beton didepan Kantor Kecamatan Limo yang sudah lebih dari setahun menjadi penghambat aktivitas keluar masuk Kantor Kecamatan.

Kepada Jurnal Depok, Camat Limo, Zaenudin mengatakan pembongkaran pagar penutup akses jalan menuju Kantor Kecamatan Limo merupakan hajat seluruh warga Kecamatan Limo yang merasa terganggu atas penutupan akses jalan menuju Kantor pelayanan masyarakat.

“Terlepas dari masalah legalitas lahan, kami hanya ingin tidak ada yang menutup ruas jalan terlebih akses jalan menuju Kantor pelayanan masyarakat, oleh sebab itu, kami bersama masyarakat sepakat untuk membongkar pagar beton penghalang jalan Kantor Kecamatan tersebut, ” kata Zaenudin.

Dia menambahkan, sebelum memutuskan untuk membongkar pagar penghalang akses jalan Kantor Kecamatan, dirinya telah melakukan penelusuran terkait progres perkembangan penanganan polemik antara pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan Suganda selaku pihak yang mengkalaim pemilik lahan, namun kata dia, sejauh ini ternyata tidak ada proses hukum yang sedang berjalan guna penyelesaian kisruh sengketa lahan seluas lebih dari 300 meter.

“Kami sudah cek, ternyata tidak ada proses hukum yang sedang berjalan, terus kalau tidak ada tindakan, kita nunggu apa, ” imbuhnya.

Keberanian Camat Limo mengambil keputusan membongkar pagar penutup Kantor Kecamatan disambut baik oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Dari awal saya berkeyakinan jika camatnya bapak Zaenudin maka permasalahan penutupan akses jalan bakal beres, ” kata Mahyudin matan Ketua Dusun Kelurahan / Kecamatan Limo yang disambut pekijan Allahu Akbar dari warga.

Dia mengatakan warga akan terus mengawal proses pembukaan blokade jalan menuju Kantor Kecamatan, dan berharap tidak ada lagi pemagaran ruas jalan umum diwilayah Limo.

“Kami akan kawal terus dan jangan ada lagi yang melakukan hal yang sama, ” ujarnya.

Sementara Suganda selaku pihak yang mengklaim lahan mengaku kecewa dengan tindakan warga dan Camat Limo membongkar pagar didepan Kantor Kecamatan itu.

“Saya kecewa, sedih, coba bayangkan jika kejadian ini menimpa bapak, ” tutup Suganda. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here