Pemkot Dan PDM Tekan Tingkat Kehilangan Air

14
Suasana sosialisasi Program NRW dan Capacity Building PDAM Tirta Asasta Kota Depok

Margonda | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bersama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta terus melakukan berbagai upaya untuk menurunkan tingkat kehilangan air atau Non Revenue Water (NRW). Salah satunya, menggelar sosialisasi NRW dengan menggandeng United States Agency for International Development (USAID).

“Masalah NRW ini merupakan masalah yang ditemui di setiap PDAM. Kehilangan air, dapat diartikan sebagai perbedaan yang tercatat atau selisih antara air yang diproduksi dan masuk sistem, dengan jumlah air yang tercatat pada meter pelanggan,” ujar Ketua Pokja Sanitasi Kota Depok, Hardiono seperti dikutip depok.go.id, Rabu (22/5).

Pernyataan terbut diungkapkan pada kegiatan Sosialisasi Program NRW dan Capacity Building PDAM Tirta Asasta Kota Depok, di Aula Lantai 5, Balai Kota Depok.

Hardiono yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok mengatakan, hilangnya air dapat terjadi, tanpa dipergunakan atau tidak tercatatnya penggunaan air karena berbagai sebab. Pengendalian NRW, kata dia, akan memberikan pengaruh yang nyata dalam peningkatan kinerja perusahaan dan dari sisi aspek operasional maupun finansial.

“PDAM Kota Depok dalam programnya, telah menetapkan NRW menjadi salah satu prioritas, selain program pengembangan untuk meningkatkan pertumbuhan pelanggan. Serta memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan,” ucapnya.

Senada dengan itu, Direktur Utama PDAM Tirta Asasta, M Olik Abdul Holik mengatakan, pihaknya siap bersinergi dalam program NRW dan Capacity Building. Dirinya juga meminta peran serta pemerintah dan unit terkait (stakeholder) untuk terus mengajak masyarakat menggunakan air PDAM.

“Mudah-mudahan dengan berjalannya program NRW ini, target penekanan kehilangan air sebesar 5 hingga 7,5 persen dapat tercapai,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji|*

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here