Aksi Massa 21-22 Mei, Warga Depok Jadi Korban

295
Jenazah Farhan Safero warga di RT 03/07 Kampung Rawa Kalong Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, ketika sampai di rumah duka

Limo | jurnaldepok.id
Farhan Safero warga di RT 03/07 Kampung Rawa Kalong Kelurahan Limo, Kecamatan Limo tewas. Farhan diduga terkena tembakan saat kerusuhan di Petamburan Jaya, Jakarta Pusat pada Rabu (22/5) dinihari.

Berdasarkan pantauan di rumah duka terlihat bendera kuning dan juga berdatangan rekan korban yang memberikan ucapan turut belasungkawa.

Jasad Farhan dibawa menggunakan ambulans dan tiba sekira pukul 10:57 WIB. Isak tangis keluarga pecah mengiringi Farhan yang telah terbujur kaku dibalut kain kafan.

“Saya bangga dengan anak saya. Insya Allah dia mati syahid, Aamiin,” kata ayah Farhan, Syafri Alamsyah.

Syafri mengatakan putra kedua dari empat bersaudara itu tewas diduga akibat terkena peluru tajam di bagian leher.

“Pelurunya kecil tapi mematikan. Ini jahat. Pelurunya tembus dari leher, kalau enggak percaya lihat saja, itu jenazahnya belum dimandikan,” katanya.

Dia menambahkan pertama kali mendapat kabar duka atas meninggal anaknya itu sekira pukul 05:00 WIB.

“Yang kasih tahu pertama kali ke saya itu adiknya Farhan. Katanya Farhan di rumah sakit. Terus kita cek ke sana, ternyata benar, Farhan sudah meninggal,” ucapnya.

Di mata Syafri, Farhan adalah sosok anak yang penurut dan rajin beribadah. Farhan bahkan dikenal cukup aktif dalam pengajian Nurul Musthofa dan kerap bergaul dengan kalangan habaib.

Sementara itu kerabat Farhan lainnya, Syarif Al Idrus menambahkan peristiwa itu terjadi ketika korban sedang menjaga kediaman Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab.

Syarif membantah Farhan tewas saat terlibat aksi unjuk rasa di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta pada Rabu 22 Mei 2019.

“Kami tidak ikut aksi di Bawaslu. Tetapi kami sedang berjaga di markas besar FPI di Petamburan. Kami menjaga rumah Habib Rizieq,” tuturnya.

Syarif menjelaskan, dirinya berangkat sekira pukul 12 malam dari Bekasi Timur bersama rombongan sebanyak 20 orang. Mereka menuju markas FPI unfuk menjaga rumah Habib Rizieq. Namun sekira pukul 02.00 WIB terjadi gesekan antara massa dengan aparat.

“Massa dipukul mundur. Aparat masuk ke markas (FPI) dan terjadi baku hantam,” ujarnya.

Syarif mengaku tidak tahu peristiwa awal terjadinya gesekan. Namun yang jelas, kata Syarif banyak terdengar suara tembakan.

“Banyak suara tembakan bahkan ada selongsong peluru berjatuhan. Ada sekitar 15 selongsong,” tuturnya.

Ketika bentrokan pecah, dirinya berpisah dengan Farhan. Syarif baru tahu Farhan menjadi korban setelah dia menghubungi ponselnya

Namun bukan Farhan yang menjawab melainkan pihak rumah sakit. Kemudian dia pun bergegas menuju rumah sakit. Dari keterangan pihak medis disebut bahwa Farhan tewas karena tertembus peluru.

“Pertama kali saya ketemu bang Farhan di Bandung mengantar ke rumahnya. Sekarang saya mengantar beliau dari rumah sakit ke rumahnya juga. Insya Allah beliau syahid,” kata Syarif.

Salah satu kerabat korban Dimas kepada wartawan bahwa kabar meninggal dunia Farhan diketahui sekitar pukul 05:00.

“Kami pertama kali tahu pas lihat di media sosial Facebook. Kami mengenali wajahnya, terus kita cek ternyata benar itu Farhan,”katanya.

Keluarga tidak menyangka bahwa korban Farhan meninggal dunia saat terjadinya kerusuhan di Petamburan.

“Kita keluarga enggak ada yang tahu kalau dia ikut aksi di Jakarta. Kita benar-benar enggak nyangka. Almarhum anaknya aktif, suka berpetualang juga,” jelasnya.

Jasad pria 31 tahun itu dimakamkan tak jauh dari rumah duka. Farhan meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih balita.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here