Korbana Cijago Tuntut Percepat Pembayaran Uang Ganti Rugi

21
Aksi korban Cijago saat membentangkan spanduk beberapa waktu lalu

Cinere | jurnaldepok.id
Masyarakat Paguyuban Warga Depok Cinere Jagorawi menuntut agar pembayaran ganti rugi tol Cinere-Jagorawi dipercepat. Warga terdampak Tol Cijago berharap penggantian pembebasan lahan tidak ditalangi dahulu.

Surya Gunawan salah satu warga mengaku, dampak lambatnya realisasi pembayaran dana talangan berefek kepada penundaan pembayaran ganti rugi ke masyarakat.

“Warga memiliki sense of urgentcy dalam pembebasan lahan, keperluan bersifat administratif tidak dimintakan ke masyarakat melalui pemda dan instansi lain,” terang Gunawan kepada wartawan.

Efek administrasi yang terlalu berbelit menjadi masalah pencairan terhambat. Sebab masih banyak dokumen yang dianggap tidak lengkap. Negosiasi temuan menjadi celah untuk memperoleh rente.

Pembebasan lahan saat ini ditangani oleh Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Depok. Dengan anggapan masih kurang lengkapnya dokumen, BPN mengelak mengambil tanggung jawab penuh penyelesain pembebasan lahan dengan alasan lain ,yakni tidak memiliki personil yang cukup.

“Masyarakat kami terdampak diberi akses melapor ke Presiden atau kementerian terkait karena pengawasan pelaksanaan pembebasan tanah tidak jelas siapa pengawasnya”katanya.

Dibuat undang-undang khusus untuk masyarakat menggugat perdata karena kerugian keterlambatan pembebasan lahan. “Revolusi Mental birokrasi hanya sebatas retorika, mentalitas feodal masih belum hilang,” jelas dia.

Masyarakat yang terkena pembebasan lahan memiliki wakil yang masuk dalam Tim Pelaksana Pembebasan Lahan per Kelurahan, sebagai penghubung .

“Kami masyarakat bukan hanya sebagai obyek pembebasan lahan tapi turut memiliki akses kesetiap pengambilan keputusan pembebasan”katanya.

Dia mengatakan proyek Tol Cijago Seksi 3 yang melintasi empat kelurahan yakni Tanah Baru, Krukut, Limo dan Cinangka sampai saat ini telah lebih dari 12 tahun tidak selesai-selesai (seksi 1 beroperasi, seksi 2 dalam konstruksi). “Proyek berjalan tapi dengan kecepatan yang bisa jauh lebih cepat sehingga banyak kerugian bisa dihindari. Warga terdampak secara bersama maupun sendiri, berupaya mencari tahu dan mencari jalan mengapa tanahnya tidak juga dibebaskan bertahun-tahun,” papar dia.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here