Tolak Perubahan Site Plan, Warga Graha Cinere Buat Petisi

10
Salah seorang warga saat memasang spanduk penolakan perubahan site plan

Limo | jurnaldepok.id
Ratusan warga perumahan Graha Cinere 1, Rw 12, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo kemarin berkumpul diseputar jalan Tapak Siring raya untuk melaksanakan buka puasa bersama (bukber) sekaligus memasang Baliho berukuran besar yang berisi Petisi penolakan warga atas Site Plan perubahan tahun 2016 dan meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk membatalkan Site Plan perubahan itu dan kembali menggunakan Site Plan 1991 sebagai acuan untuk penetapan fasos fasum Graha Cinere.

Petisi yang ditanda tangani oleh ratusan warga perumahan Graha Cinere 1 juga menolak penyerahan Pra Sarana, Sarana dan Utilitas (PSU) Perumahan Cinere Parkview sebelum pengembang PT Megapolitan selaku pengembang perumahan memenuhi segala kewajibannya terkait fasos fasum Graha Cinere yang notabene sudah menjadi konsumen sejak tahun 1991.

Ketua Rw 12 Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Yacob Tulam Saragih mengatakan perubahan siteplan 2016 tanpa persetujuan 50 persen warga penghuni jelas melanggar Peraturan Daerah (Perda) nomor 14/2013 pasal 9 ayat 1 dan 2 yang mengatur tentang persyaratan untuk dapat dirubahnya Site Plan perumahan yang sudah berpenghuni.

Warga menilai kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh PT Megapolitan menurut warga telah terbukti mengalih fungsikan peruntukan lahan fasos fasum menjadi bangunan komersial ditengarai telah melanggar ketentuan UU nomor 1 tahun 2011 tentang perumahan dan kawasan permukiman, UU nomor 26 tahun 2007, tentang penataan ruang dan UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

“Sejak awal kami secara tegas menyatakan menolak Site Plan 2016 dan meminta kepada pihak terkait untuk menetapkan Site Plan 1991 sebagai acuan fasos fasum perumahan Graha Cinere, ” papar Yacob Tulam Saragih.

Selain menyatakan menolak Site Plan 2016, pada Petisi itu warga juga meminta kepada Walikota Depok, Mohammad Idris beserta jajaran terkait untuk segera membatalkan Site Plan Graha Cinere tahun 2016 dan memberlakukan kembali Site Plan tahun 1991sebagaimana diamanahkan dalam pasal 37 ayat (3) UU nomor 26 tahun 2007 tentang izin pemanfaatan ruang yang dikeluarkan atau diperoleh dengan tidak melalui prosedur yang benar maka batal demi hukum.

Selanjutnya warga juga mendesak Walikota beserta jajaran untuk memerintahkan pengembang dalam hal ini PT Megapolitan untuk mentaati Site Plan tahun 1991 dalam melaksanakan pembangunan dikawasan perumahan Graha Cinere serta memerintahkan PT Megapolitan untuk memenuhi segala hak hak warga sebagaimana yang tercantum pada Site Plan tahun 1991 dan segera memperbaiki fasos fasum Graha Cinere yang sudah rusak.

“Banyak tuntutan yang kami tuangkan dalam Petisi Warga Graha Cinere termasuk larangan penggunaan akses jalan Graha Cinere untuk kegiatan transportasi material pembangunan perumahan Cinere Parkview, dan kami berharap Petisi warga Graha Cinere 1 dapat menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, ” tutup Yacob. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here