Tahun Ini BBI Mulai Budidayakan Ikan Hias

95

Laporan: Rahmat Tarmuji
Balai Benih Ikan (BBI) Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok tahun ini akan mengembangkan budidaya khusus ikan hias. Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Balai Benih Ikan (BBI) Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok, M Nur Hidayat.

“Untuk menghasilkan benih unggulan ikan hias jenis rainbow, botia, balasak dan neon tetra, pembudidaya ikan harus paham cara mengawinkan indukan dengan benar. Sebab, jika cara perkawinannya salah, maka bisa dipastikan akan menghasilkan benih yang kurang bagus,” ujar Hidayat kemarin.

Ia menambahkan, benih unggul dihasilkan dari indukan yang berkualitas. Untuk menghasilkan benih tersebut, indukan harus dikawinkan secara silang dan tidak boleh sedarah.

Dikatakannya, perkawinan sedarah dapat menurunkan kualitas benih. Misalnya, kurangnya daya tahan terhadap penyakit, tumbuh lambat serta cacat.

“Selama ini yang kami lihat, perkawinan indukan yang dilakukan pembudidaya hanya berada di lingkungan itu-itu saja. Jadi besar kemungkinan terjadi penurunan kualitas,” katanya.

Untuk mengatasi hal tersebut, kata dia, pihaknya kerap melakukan sosialisasi secara berkala kepada petani ikan. Dirinya juga berharap, sentra ikan yang sudah mulai terbangun bisa menghasilkan kualitas benih yang unggul.

“Rencananya juga kami dari BBI Kota Depok akan mengembangkan budi daya ikan hias. Jika uji coba berhasil, kami siap untuk memfasilitasi pembudidaya terkait pasokan benih. Dengan begitu, diharapakan kualitas ikan yang dihasilkan semakin hari semakin baik,” jelasnya.

Rencana budi daya ikan hias yang dilakukan Balai Benih Ikan (BBI) Kota Depok, Juni mendatang akan menggunakan metode modern. Metode tersebut adalah Recirculating Aquaculture System (RAS) yang telah berkembang di negara maju dan sudah diadopsi beberapa wilayah di Indonesia.

“RAS merupakan sistem budi daya ikan secara intensif, menggunakan infrastruktur yang memungkinkan pemanfaatan air terus-menerus (resirkulasi air). Di antaranya fisika filter, biologi filter, UV dan oksigen generator,” ungkapnya seperti dilansir depok.go.id.

Dikatakannya, fungsi oksigen generator dalam sistem tersebut, untuk mengontrol kondisi lingkungan alam, mengurangi jumlah penggunaan air dan meningkatkan kelulushidupan ikan. Prinsip dasarnya, kata Hidayat, memanfaatkan air sebagai media pemeliharaan berulang-ulang dengan mengendalikan indikator kualitas air.

“Kami akan upayakan agar PH dan suhu air tetap stabil. Dalam penerapan metode ini, nantinya kami akan didampingi langsung oleh Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), karena ini merupakan metode baru yang akan kmi gunakan,” katanya.

Ia menyebutkan, keunggulan sistem RAS ini terletak pada produktivitas yang jauh lebih tinggi dibanding sistem konvensional. Sehingga diharapkan meningkatkan pendapatan warga selaku pembudidaya.

“Menurut informasi yang kami himpun dari BRBIH, produktivitas bisa jauh meningkat dibandingkan jika menggunakan sistem konvensional. Mudah-mudahan keberhasilan ini juga bisa ditularkan untuk budi daya ikan hias di Kota Depok,” pungkasnya. n|*

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here