Pil Narkoba Jenis Yaba Gagal Beredar

20
Aparat kepolisian saat merilis barang bukti berupa narkoba jenis Yaba yang gagal diedarkan

Margonda | jurnaldepok.id
Narkoba jenis pil Yaba gagal diselundupkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Depok, berasal dari Thailand.

Wakapolresta Depok AKBP Arya Perdana mengatakan hal tersebut terungkap dari hasil pemeriksaan terhadap para tersangka penyeludupan barang haram tersebut.

“Ya anggota kami dari Satnarkoba Polresta Depok telah menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu padat yang asalnya dari Thailand,” ujarnya kemarin.

Pengungkaan pil itu, lanjut Wakapolres, berdasarkan informasi dari seorang informan. Kurir narkoba berusaha mengantarkan barang tersebut ke rutan pada 4 Mei 2019. Namun petugas melakukan pencegatan pada seorang tamu yang hendak melakukan kunjungan terhadap salah satu napi.

“Sebelum para kurir masuk ke Rutan sudah dicegat oleh petugas. Hasil pengeledahan ada 100 butir narkoba jenis Yaba yang tersimpan dalam kaleng susu elemen,” terangnya.

Ia menangkap usai menangkap kurir, pihaknya mengembangkan kasus dan berhasil menemukan 2.300 ribu pil esktasi di rumah kurir tersebut.

“Pelaku ini ada tiga orang. Mereka semua kurir. Sementara pemiliknya masih dalam pencarian,” ucap Arya.

Arya mengungkapkan narkoba tersebut belum sempat dijual dan masih barang tester. Kata dia, narkoba itu dikirim ke Rutan atas permintaan napi untuk barang tester.

“Baru diantar sudah kami cegat. Pengakuan mereka sendiri memang ini masih tester. Dari rutan sendiri kan pengamanan ketat, jadi ini dicegahnya diluar,” kata dia.

Lebih lanjut berdasarkan pengakuan tersangka, dia berteman dengan napi yang berada di dalam rutan.

“Pelaku yang di dalam ini memang tersangka narkoba yang ditangkap dengan barang bukti 1 Kg sabu dan telah divonis selama 15 tahun. Nah mungkin ini temen -temennya yang masih diluar, ketika besuk si pelaku yang didalam minta dibawain Yaba itu. Kami dapat informasi dan kami cegah duluan,” paparnya.

Dia menuturkan jika narkoba jenis Yaba atau sejenis sabu ini baru pertama kali di Depok. Pelaku dari dalam lapas berencana akan menggunakan Yaba dan akam diedarkan di dalam lingkungan Rutan namun dapat digagalkan dari hasil kerjasama petugas Rutan.

Para pelaku dikenakan Pasal 114 ayat 2 UU no.35 Tahun 2009 tentang narkotika ancaman pidana diatas 20 tahun atau seumur hidup.

Terpisah Karutan Kelas II B Kota Depok, Bawono Ika mengatakan terungkapnya kasus pengiriman narkoba dari pengunjung tersebut ketika petugas unit pemeriksaan barang mencurigai barang bawaan pengunjung G untuk warga binaan F.

“Anggota kami unit pemeriksaan barang bawaan berhasil menggagalkan penyelundupan barang bawaan diduga narkoba. Rencana tamu kunjungan G ini mau mengirimkan makanan susu ke warga binaan F,” ucapnya.

Sebelum barang bawaan pelaku masuk ke mesin X Ray, petugas curiga terhadap satu barang bawaan susu.

Petugas mencoba menghubungi anggota Narkoba Polres langsung dibuka ternyata isi bungkus susu terdapat dua bungkus berisi tablet warna merah diduga narkotika.

“Pelaku G ini langsung kita serahkan ke petugas polres bersama barang bukti sebagai penyelidikan lebih lanjut. Warga binaan F ini juga terjerat kasus Narkoba,” tandasnya.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here