Awas! Virus Monkeypox

31
ist

Margonda | jurnaldepok.id
Dinas Kesehatan menyatakan belum menemukan kasus warga yang terserang penyebaran virus Cacar Monyet atau Monkey Pox.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita mengatakan bahwa belum ditemukan warga Depok yang mengindap penyakit cacar monyet atau monkey pox.

Pihaknya akan mengedukasi warga Depok untuk mengenali penyakit langka monkey pox agar tidak terjangkit virus tersebut.

“Meski belum ada kasus, namun warga Depok harus tahu gejalanya dan pencegahan sehingga tidak terserang virus tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan monkey pox merupakan jenis penyakit langka dan jarang terjadi. Virus berasal dari hewan ke manusia yang ditularkan melalui kontak darah atau cairan tubuh, serta gigitan hewan yang telah terkontaminasi. Biasanya penularan itu berasal dari hewan seperti primata dan pengerat.

“Monkey pox mulai timbul saat 14 hingga 21 hari sejak pertama kali terinveksi virusnya,” jelasnya.

Novarita menyebutkan adapun gejala yang timbul di antaranya demam, sakit kepala hebat, limfadenopati atau pembengkakan kelenjar getah bening, sakit punggung, nyeri otot, kekurangan energi, serta ruam kulit yang muncul mulai dari wajah hingga ke tempat lain.

Menurut dia, penyakit monkeypox ini mirip dengan cacar pada manusia, lebih ringan namun dapat berakibat fatal.

“Kalau mengalami gejala tersebut harus segera berobat ke pelayanan kesehatan dasar untuk mendapatkan perawatan,” kata dia menyarankan.

Saat ini, Batam yang merupakan wilayah perbatasan dengan Singapura sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah masuknya virus tersebut ke Indonesia.

“Kami segera antisipasi terutama memberikan edukasi ke warga untuk mengenali gejalanya agar dapat waspada terhadap virus tersebut,” ujarnya.

Dinas Kesehatan meminta masyarakat untuk waspada terhadap penyebaran virus cacar monyet.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here