Rekap Suara Tersendat, Pleno Diperpanjang 1 Hari

13
Komisioner KPU saat menerima berita acara dari PPK Cipayung

Margonda | jurnaldepok.id
Proses rekapitulasi pengitungan suara pemilihan umum yang memasuki hari ketiga (kemarin) masih tersendat. Hal itu dibenarkan oleh Ketua Komisi Pemihan Umum (KPU) Kota Depok, Nana Shobarna.

“Yang paling krusial di PPK mereka harus melakukan penandatanganan atau pengesahan berita acara, itu tidak sesederhana yang diperkirakan. Jadi harus dimaklumi juga karena berita acara yang harus dicap dan ditandatangani mencapai dua rim setengah,” ujar Nana kepada Jurnal Depok, Selasa (7/5).

Ia menambahkan, bahwa masalah teknis pengadmistrasian seperti itu menambah waktu di tingkatkan PPK.

“Untuk rekap semua PPK sudah selesai, tinggal penyelesaian berita acara yang sedang berproses. Kalau dua rim setengah kan akan memakan waktu. Ini masalah teknis sekali, ditengah kelelahan teman-teman dan rumitnya proses rekap namun kami upayakan semaksimal mungkin,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, jika proses rekap suara tidak selesai pada Selasa (7/5) pukul 24.00 WIB, maka pihaknya akan menambah waktu selama satu hari. Hal itu berdasarkan surat bernomor 781 dari KPU RI yang memberikan toleransi penambahan waktu proses rekapitulasi selama satu hari.

Hingga pukul 13.00WIB kemarin, pihak KPU Kota Depok baru menyelesaikan rekapitulasi penghitungan suara untuk enam kecamatan yakni Bojongsari, Beji, Cipayung, Cinere, Limo dan Sukmajaya.

Sementara itu Ketua Bawaslu Kota Depok, Luli Barlini mengakui proses rekapitulasi tersendat karena ada beberapa kecamatan yang masih melakukan rekapitulasi dan para saksi bersikap kritis.

“Jadi banyak buka kotak dan hitung ulang. Tapi In Sya Allah selesai sesuai target dan dapat bergeser ke provinsi pada tanggal 8 Mei,” ungkapnya.

Dikatakan Luli, pihaknya juga menemukan ketidaksesuaian data antar sesama saksi partai politik. Namun hal itu dapat diselesaikan dengan KPU, Bawaslu dan partai lain ternyata memang angkanya sama.

“Kalau untuk Depok cenderung aman, kalau memang ada kecurangan laporkan kepada Bawaslu. Secara keseluruhan berjalan baik,” katanya.

Ditempat yang sama Ketua Bapilu DPD Partai Golkar Kota Depok, Poltak Hutagaol menilai, hingga kemarin proses rekapitulasi pengitungan suara yang digelar KPU berjalan baik.

“KPU bagus dalam melaksanakannya dan Bawaslu juga bagus dalam melakukan pengawasanannya. Sampai hari ini (kemarin,red) kami menilai semua bekerja mulai dari KPU, Bawaslu maupun saki-saksi dari parpol maupun saksi dari pasangan capres dan cawapres, semua kooperatif,” ungkapnya.

Poltak menilai, data yang disajikan KPU, Bawaslu serta para saksi memiliki kesamaan.

“Enggak ada (kecurangan,red) data yang disajikan riil semua. Kami melihat teman-teman di PPK melakukan rekapitulasi secara benar, sehingga begitu dibawa ke tingkat kota clear semua dan sesuai data yang kami miliki,” jelasnya.

Proses rekapitulasi penghitungan suara yang dilakukan disalah satu hotel di kawasan Margonda mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian. Nampak Kapolresta Depok, Kombes Pol Didik Sugiarto yang melakukan pemantauan proses rekapitulasi. n Rahmat Tarmuji

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here