Walikota Depok Tanggapi Rencana Pemindahan Ibu Kota

42
Walikota (kanan) bersama Camat Bojongsari (kiri) disaksikan Kepala OPD dan Pengurus KOOD melepas burung merpati sebagi simbol kedamaian

Bojongsari | jurnaldepok.id
Walikota Depok, Mohammad Idris turut menyikapi rencana pemerintah pusat untuk memindahkan ibu kota Negara Indonesia ke wilayah luar Pulau Jawa. Idris menilai, bahwa rencana tersebut harus dipikirkan secara matang.

“Mau dipindahin kemana?, yang namanya ibu kota mau dipindahin kemana pun akan menjadi masalah. Dulu Belanda ingin Depok jadi ibu kota, coba ikutin Belanda dari dulu, enggak kaya gini,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Rabu (1/5).

Pernyataan itu ditegaskan Idris saat menghadiri acara Festival Budaya Kecamatan Bojongsari dalam rangka memeriahkan hari jadi ke 20 Kota Depok seklaigus pelantikan organisasi budaya Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) Kecamatan Bojongsari.

Idris menambahkan, bahwa dirinya bukan tidak setuju dengan rencana tersebut, bahkan ia menilai bahwa hal itu sebuah wacana yang bagus.

“Namun kami memiliki pemikiran Megapolitan dihidupkan kembali, agar tidak ada kerajaan-kerajaan kecil di otonomi daerah ini. Kami sama-sama merasakan susahnya menyelesaikan persoalan perbatasan, Depok yang satu ibu kandung dengan Kabupaten Bogor saja tidak mudah. Makanya perlu diwacanakan, yang penting adalah integritas bangsa dan Negara,” ungkapnya.

Lebih lanjut Idris mengungkapkan, sebaiknya pemerintah saat ini lebih fokus untuk mengawal pengumuman hasil pemilu oleh KPU baik pilpres dan pileg.

“Jadi jangan dialihkan ke soal yang lain, kita konsentrasikan kesini (pemilu,red), sehingga nanti masyarakat tenang dan tidak ada lagi berita hoax, sehingga nanti dapat mewujudkan pemimpin yang secara kenegaraan dan legalitas bisa dirasakan oleh masyaaarakat,” paparnya.

Sebelumnya pada, Senin (29/4) kemarin, Presiden RI, Joko Widodo membuka kembali rencana pemindahan ibu kota. Hal itu diungkapkan Jokowi pada saat rapat terbatas.

Meski belum menetapkan dimana lokasinya, namun dalam rapat tersebut Jokowi mengungkapkan bahwa pemindahan ibu kota akan dilakukan ke luar Pulau Jawa.

Dikatakan Jokowi beban Jakarta dalam beberapa tahun yang akan datang semakin berat akibat berbagai faktor di antaranya banjir, kemacetan, hingga sanitasi. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here