KOOD ‘Jembatan’ Politik untuk Pilkada Depok 2020?

33
Ketua Umum KOOD, H Ahmad Dahlan (kiri) sa menyerahkan golok kepada walikota (kanan)

Bojongsari | jurnaldepok.id
Sudah beberapa bulan ini organisasi budaya Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) bangkit kembali dari tidurnya selama kurang lebih 10 tahun. KOOD yang beranggotakan masyarakat dari berbagai elemen dan latar belakang, kini fokus pada kegiatan pengembangan seni buda dan bahasa.

Namun begitu, tak sedikit masyarakat yang mengaitkan munculnya kembali KOOD tak lain sebagai ‘jembatan’ politik untuk persiapan pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) 2020 mendatang. Namun hal itu dibantah tegas oleh Ketua Umum KOOD, H Ahmad Dahlan.

“Enggak ada, dari awal KOOD ini memiliki misi mengembangkan seni, budaya dan menjaga netralitas. Kami orang Depok hanya ingin ngumpul karena KOOD ini organsasi lama dari tahun 2000, kebetulan saat ini bangkit dan momennya mau pilkada, ya ada saja yang mengaitkan hal itu,” ujar Dahlan kepada Jurnal Depok, Rabu (1/5).

Ia menegaskan, jika KOOD dikaitkan dengan persiapan pilkada itu tidak ada. Namun begitu, Dahlan mengungkapkan sah-sah saja jika anggota KOOD berpolitik. Meskipun tak dipungkiri pada pilkada beberapa tahun silam KOOD mendukung salah satu calon kepala daerah Kota Depok.

“Makanya kedepan ini sebuah pelajaran, kami akan melihat perkembangan politik dan tidak akan terburu-buru. Tugas kami ini mengangkat seni, budaya dan bahasa, bagaimana potensi-potensi bocah Depok ini dapat berkiprah di semua lini, terlalu sempit kalau hanya dibidang politik,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, saat ini kepengurusan KOOD telah terbentuk di 10 kecamatan dan tinggal satu lagi yakni Kecamatan Tapos akan dibentuk dalam waktu dekat ini.

“In Sya Allah di ramadhan ini akan selesai, karena setelah ramadhan kami akan rapat kerja. Untuk kelurahan sudah 30 persen telah terbentuk,” jelasnya.

Pernyataan itu ditegaskan Dahlan saat menghadiri acara Festival Budaya Kecamatan Bojongsari dalam rangka memeriahkan hari jadi ke 20 Kota Depok seklaigus pelantikan organisasi budaya Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) Kecamatan Bojongsari.

Menyikapi hal tersebut Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, KOOD bisa saja dikaitkan dengan persiapan pilkada 2020 mendatang.

“Kalau dikaitkan bisa saja, termasuk pemilihan presiden periode mendatang sudah ada yang mengaitkan. Misalnya saya sudah ada yang mengaitkan karena saya telah menyiapkan lahan untuk pembangunan creatif center, inipun dikesankan bahwa saya sudah berpihak kepada orang yang mau mencalonkan presiden pada tahun 2024,” tanggapnya.

Dikatakannya, dirinya dekat dengan orang yang berasal dari keluarga Minang, Pasundan dan lainnya.

“Teman-teman putra daerah disini pun sudah belasan tahun seakan-akan tidak muncul oleh kegiatan yang sifatnya budaya. Bisa dikonfirmasi pengurus maupun anggota KOOD saat ini dari berbagai partai politik. Kalau dikatakan keberatan gimana nanti tersinggung, kalau saya bilang silahkan saja, nanti repot juga. Makanya saya abstain, tapi ini adalah organisasi budaya Betawi Depok yang memang In Sya Allah mereka akan eksis lagi dengan diluncurkannya kamus bahasa Depok,” jelasnya.

Sementara itu Camat Bojongsari, H Usman Haliyana merasa bersyukur atas terselenggaranya Festival Budaya Bojongsari. Tak lupa, ia juga menyampaikan selamat atas dilantiknya ketua dan pengurus KOOD Kecamatan Bojongsari. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here