Tekan Angka Kecelakaan, Operasi Keselamatan Jaya Dimulai

13
Saatlantas Polresta Depok saat memberikan bunga dan coklat dalam Operasi Keselamatan Jaya

Margonda | jurnaldepok.id
Jajaran Satlantas Polresta Depok menggelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Jaya 2019 di lapangan utama Mapolresta Depok, Senin (29/4). Kapolresta Depok, Kombes Didik Sugiarto kepada wartawan mengatakan, pelaksanaan operasi Keselamatan Jaya ini akan berlangsung selama 14 hari yaitu mulai dari Senin 29 April sampai 12 Mei 2019.

Berdasarkan data dari Korlantas Polri untuk korban meninggal di jalan tahun 2017 ada 1.605 orang dan tahun 2018 ada 1.134 orang.

“Operasi Keselamatan Jaya 2019 ini kami harapkan dapat meminimalisir kecelakaan dan masyarakat lebih tertib lalulintas,” ujarnya.

Sesuai UU No 22 Tahun 2019 tentang Lalulintas dan angkutan jalan, lanjutnya, melalui operasi Keselamatan Jaya ini dapat mewujudkan memelihara keselamatan kelancaran ketertiban berlalulintas, meningkatkan kualitas keselamatan, angka kecelakaan menurun, dapat membangun tertib berlalulintas, dan dapat mengambil kepercayaan publik polantas menjaga Kamtertibcarlantas.

“Untuk jumlah personil gabungan yang diturunkan dalam operasi ini ada sekitar 200 personil,” katanya.

Dia mengungkapkan, pasca Pileg dan Pilpres pelaksanaan Operasi Keselamatan Jaya 2019 serentak dilakukan di seluruh Indonesia dalam rangka cipta kondisi menjelang bulan Ramadhan dan mengetahui sejauh mana sarana prasarana pendukung lainnya.

Di lokasi sama Kasatlantas Polresta Depok, Kompol Sutomo menambahkan operasi keselamatan dimulai dengan pemberian bunga dan coklat oleh anggota Polisi Wanita di Jalan Margonda.

“Kami siapkan 100 bunga dan coklat dibagikan kepada pengendara motor di jalan. Hal ini tanda apresiasi kami kepada pengendara yang sudah tertib lalu lintas misal menggunakan helm bagi pengendara motor dan pengendara mobil menggunakan saft belt,” paparnya.

Dia mengungkapkan Operasi Keselamatan Jaya dilakukan serentak di seluruh Indonesia ini lebih banyak Preventif bukan Represif atau penindakan.

“Karena operasi Keselamatan Jaya anggota lebih banyak memberikan teguran daripada tilang.
Anggota khususnya unit Dikyasa akan melakukan langkah sosialisasi dan jemput bola dengan mendatangi sekolah, pangkalan ojek, dan tempat ramai memberikan penyuluhan seputar Kamtertibcarlantas,” ungkapnya.

Untuk sasaran operasi menurut Sutomo, yaitu pengemudi yang mengendarai kendaraan dibawah pengaruh alkohol, pengemudi/pemotor dibawah umur, menurunkan orang di jalan tol, menggunakan bahu jalan yang bukan peruntukannya.
“Kami harapkan setelah operasi ini masyarakat dapat meningkatkan disiplin, meminimalisir pelanggaran dan laka lalin, menurunkan totalitas laka, meningkatkan kepercayaan publik tentang opini dalam berlalulintas,” pungkasnya. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here