Banyak Korban, Psikolog Sebut Tugas KPPS Berat

6
Petugas KPSS di lingkungan RT 03/1 Kelurahan Sawangan terus bekerja hingga pagi dinihari

Margonda | jurnaldepok.id
Tugas Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPPS) memang berat, dengan banyaknya jumlah pemilih kurang lebih 300 orang per TPS serta banyaknya surat suara, dan aturan-aturan.

Psikolog Universitas Pancasila (UP), Aully Grashinta kepada wartawan mengatakan
kendati demikian KPU sudah memperhitungkan jumlah personil yang ada di setiap TPS agar tidak hanya mengandalkan satu orang saja.

“Kalau kelelahan ya wajar, karena banyak sekali tugas yang dilakukan KPPS sejak hari sebelum Pemilu dilakukan. Tanggung jawabnya juga besar karena semua harus sesuai dengan prosedur yang ada dan harus meminimalisir adanya kesalahan yang membuat masyarakat tidak percaya,” ujarnya, kemarin.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bagi orang-orang yang tidak biasa bekerja terus menerus dalam waktu yang panjang, tentunya hal ini sangat melelahkan.

Beberapa kasus hajatan besar negara seperti ini sekarang sudah diubah dengan sistem komputer seperti ujian nasional, SNMPTN dan lainnya karena pekerjaan manual seperti pemilu ini memang akan sangat membutuhkan banyak tenaga.

“Seyogyanya kita sendiri memang memiliki alarm diri jika sudah merasa sangat lelah dan harus istirahat, sehingga pembagian tugas atau kerjasama dalam tim TPS pun seharusnya diatur. Sehingga bisa bergantian beristirahat dan sebagainya,”katanya.

Menurutnya, aspek ‘kesehatan’ harus menjadi prasyarat sebelum melakukan tugas berat tersebut.

“Karena menjadi KPPS memang berat dan membutuhkan kesehatan yang mendukung,” ungkapnya.

Kalau dilihat, kata dia, TPS biasanya terbuka. Kemungkinan banyak orang yang tidak biasa kerja di ruang terbuka, rawan masuk angina dan demam. Sehingga kemungkinan ‘sakit’ memang besar.

“Kondisi ini bisa memicu seseorang menjadi sakit dan kelelahan. Jika dilihat dari penghitungan kemarin, banyak yang bekerja sampai larut malam bahkan sampai pagi,” jelasnya.

Seharusnya, kata dia, kondisi tersebut diimbangi dengan asupan suplemen yang baik sehingga energi yang dikeluarkan seimbang dengan asupan yang masuk.

“Banyak TPS yang baru selesai penghitungan di tengah malam bahkan pada pagi hari,” pungkasnya. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here