Sambut HUT Kota Depok, Idris Sapa Kaum Milenial

2
Walikota Depok saat berbincang dengan kaum milenial Depok

Margonda | jurnaldepok.id
Walikota Depok, Mohammad Idris berkesempatan kokngko bareng atau ngobrol bareng dengan kaum milenial Kota Depok yang diselenggrkan oleh Protokol dan Dokumentasi Setda Kota Depok.

Acara yang bertajuk ‘Kongko Milenial’ dselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT ke 20 Kota Depok yang jatuh pada 27 April. Ratusan kaum milenial yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, karang taruna dan para pemuda hadir dalam kegiatan yang digelar di salah satu hotel di kawasan Margonda.

“Kami fasilitasi kegiatan semacam ini, diantaranya adalah anak-anak muda kami undang melalui forum anak yang memang perlu diberikan hal-hal yang sangat berharga bagi mereka,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Senin (22/4).

Ia mengungkapkan, orang tua juga harus mengerti tentang apa yang ada di dunia anak-anak, termasuk juga istilah-istilah. Walaupun, kata dia, tidak harus hafal tapi paling tidak ada sesuatu hal yang dia rasakan seperti rasa empati.

“Itulah yang sering kali dikatakan bahwa dalam keramaian anak merasa kesepian, ya makanya kita harus ada event-event tertentu. Betapapun sibuknya orang tua namun sempatkan satu saat untuk anak-anak, karena ternyata ada yang terkoreksi, minimal ditanya bagaimana kuliahnya tadi, bagaimana menyelesaikan tugasnya, seperti itu setiap hari harus ditanya,” paparnya.

Dirinya menyadari, kaum milenial tidak bisa lepas dari dampak modernisasi dan kemajuan teknologi.

“Hanya permasalahannya kadang-kadang sebagai orang tua lebih canggih anak-anak kita dari kita yang memang harus diantisipasi, harus diajak mereka untuk memahami dunia kita juga yang belum terkorek,” ungkapnya.

Terkait dengan masalah HIV/AIDS yang terus ‘melanda’ kaum milenial ini yang diungkapkan Idris.

“Iya ini bisa dibilang hampir setiap kota metropolitan yang menyedihkan, memang penderita HIV AIDS ini meningkat, meningkatnya inilah yang harus diselesaikan. Jangan sampai kita hanya bisa mengelus dada dengan munculnya data seperti ini, jangan sampai kita hanya bisa mengeluh, tapi harus dilakuan dengan tindakkan untuk mengatasinya,” ungkapnya.

Dari itu, kata dia, pemerintah kota secara rutin memberikan penyuluhan kepada keluarga dan menyadarkan mereka tentang dunia anak-anak.

“Ini sudah kami lakukan sekarang dengan kegiatan-kegiatan RW ramah anak, Keurahan ramah anak dan Kecamatan layak anak, ini efektif dan sangat bergantung dengan komitmen kita,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here