Ketua PPS Kelurahan Cimpaeun Dilarikan ke RS

17
Wakil Walikota saat meninjau bantuan medis untuk pejuang demokrasi

Tapos | jurnaldepok.id
Haniman, Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, mengalami kelelahan hingga dilarikan ke Rumah Sakit.

Ketua KPU Depok, Nana Shobarna mengatakan, Ketua PPS Kelurahan Cimpeun sakit dan sudah dirawat di Rumah Sakit Tri Mitra Cibinong, Kabupaten Bogor.

“Kami dapat info semalam jam 01.27, Minggu (21/4) bahwa ketua PPS Cimpaeun Pak Niman sedang dirawat di rumah sakit. Kami belum tahu sakit apa, dan belum sempat menjenguk,” ujarnya, Senin (22/4).

Pihaknya akan merencanakan menjenguk Niman yang sedang terbaring sakit itu. Ia menduga anggotanya sakit karena kelelahan.

“Kami ada rencana mau menjenguk, karena biar bagaimanapun beliau adalah bagian dari pejuang demokrasi bagi kami,”katanya.

Terkait soal rekapitulasi yang memakan waktu banyak, Nana mengakui tidak bisa dipungkiri jika banyak petugas yang kelelahan bahkan hingga meninggal dunia.

“Ini adalah bagian dari tantangan dan resiko pemilu serentak tahun ini. Kami selalu mengingatkan kepada rekan-rekan PPK/PPS dibawah selalu menjaga kesehatan,” paparnya.

Kepala Dinkes Depok, Novarita mengklaim pihaknya sudah mengerahkan petugas kesehatan di tiap kecamatan yang ada di Depok untuk turun memeriksa kesehatan para petugas yang sekarang ini tengah melakukan rekapitulasi.

“Semua puskesmas sudah kami kerahkan ke kecamatan untuk antisipasi hal tersebut,” tandasnya.

Petugas kesehatan tiap Puskesmas, kata dia, menurunkan dua petugas berserta ambulance dan alat medis.

“Kami sudah sebar petugas karena permintaan dan antisipasi hal yang tidak diinginkan dalam melaksanakan tugas demokrasi ini,” unkapnya.

Sementara itu Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, meninjau posko kesehatan lokasi rekapitulasi suara di Kecamatan Beji.

“Ya jadi bukan hari ini saja, sebetulnya dari awal kami sudah menyiapkan tim medis. Apalagi, kita banyak dengar berita-berita di daerah bahkan sampai ada yang meninggal dunia,”jelasnya.

Dia menambahkan, Dinkes Kota Depok siapkan petugas medis di setiap kecamatan, termasuk menyiapkan ambulans, obat-obatan maupun vitamin dalam rangka antisipasi.

Pradi menegaskan, tim medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, bersama puskesmas berikut ambulans, disiagakan merata di seluruh kecamatan yang jumlahnya 11 titik.

“Ini kami siagakan di setiap kecamatan. Sementara, yang kami terima laporan pusing kelelahan, kalau dirawat belum,” terangnya.

Jika ada petugas yang terpaksa dirawat, Pradi berjanji, pihaknya akan segera merujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Kota Depok, Dede Selamet Permana menambahkan sejumlah anggotanya mulai banyak yang mengalami kelelahan fisik.

“Petugas kami di sekretariat kecamatan, maupun tingkat kota sudah kelelahan, dilihat dari fisik yang mulai melemah kinerja yang menurun,” katanya.

Pihaknya mengarepsiasi langkah Pemkot Depok, merespons situasi ini.

“Di 11 kecamatan ini semua kelelahan, hampir merata. Iya sudah mulai bertumbangan,” katanya.

Adapun keluhan yang rata-rata dialami oleh para penyelenggara Pemilu, lanjut Dede, ialah flu, radang, dan darah rendah. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here