Geregetan, Angkot Lawan Arah Tidak Ditindak

4
Sebuah angkot yang sengaja melawan arah di Jalan Arif Rahman Hakim

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Petugas Dinas Perhubungan dan Polisi Lalu-lintas terkesan membiarkan angkutan kota yang melawan arah di Jalan Arif Rahman Hakim sehingga membahayakan pengendara bermotor yang melintas. Hingga Senin (22/4) hal itu belum bisa diatasi.

Jamidi, salah satu warga merasa kaget saat melintas di Jalan bawah layang Arif Rahman Hakim karena ada angkot yang melawan arah.

“Saat kami mau pulang ke Pasar Kemirimuka lintasi Jalan Arif Rahman Hakim, tiba-tiba datang angkot keluar dari Terminal Depok dengan kencang melawan arah,” ujarnya, kemarin.

Di Jalan Arif Rahman Hakim terkesan diabaika atau seenaknya sopir atau pengemudi angkot yang melawan arah usai keluar dari terminal sementara Kota Depok tepatnya di depan Stasiun Depok Baru.

Padahal, kata dia, lokasi tersebut ada petugas Dishub atau Organda di bawah kolong fly over namun terkesan dibiarkan dan aktivitas ini sudah lama terjadi.

“Lokasi angkot melawan arah tidak jauh dari Pospol Lantas di simpang Ramada dan tidak ada petugas yang menindak sopir angkot yang melawan arah,” katanya.

Usai melawan arah, terkadang sopir angkot memarkirkan kendaraanya melintang di bahu jalan sehingga mengakibatkan lalu-lintas menjadi tersendat. Deretan angkot berhenti di kiri jalan walaupun ada larangan dilarang berhenti dan menghambat kendaraan lain yang ingin melintas.

“Kalau kami pulang kantor dari Jalan Margonda menuju Arif Rahman Hakim bisa macet panjang karena adanya deretan angkot yang ngetem,” kata Ketua FKA LPM Kecamatan Beji, Sutrisna.

Dia mengatakan, rambu lalu lintas dilarang berhenti yang berada di sekitar lokasi juga ternyata tak cukup ampuh menanggulangi hal ini.

Disekitar lokasi, kata dia, terlihat tidak ada petugas yang mengatur lalu lintas, dan ada di perempatan Simpang Ramanda serta tidak mau menertibkan terminal bayangan di Jalan Arif Rahman Hakim.

“Jelas kami mendukung tindakan jajaran Dishub Kota Depok yang merazia angkot yang seenaknya mangkal di ujung Jembatan Layang Arief Rahman Hakim. Karen menjadi salah satu penyebab kesemrawutan serta kemacetan di pertigaan Jalan Raya Margonda,” katanya.

Menurut dia, kebanyakan angkot yang ngetem tak peduli dengan kesemrawutan atau kemacetan di sekitar lokasi.

Padahal, lokasi yang dijadikan terminal bayangan atau ngetem tersebut jaraknya hanya sekitar 25 meter dari pertigaan Jalan Raya Margonda.
Dia menambahkan tak hanya angkot yang mangkal di dekat pertigaan lampu merah Jalan Raya Margonda saja, tapi Angkot yang ngetem di ujung jembatan layang dekat Jalan Raya Baru Stasiun Depok Baru juga perlu ditertibkan.

“Macetnya saat jam sibuk kerja mulai dari putaran arah di Jalan Raya Arief Rahman hakim sampai Jalan Raya Margonda,” pungkasnya. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here