Unggul Sementara, PKS Kembali Kuasai Depok

70
Komisioner KPU disaksikan Komisioner Panwaslu Kota Depok ketika menerima berkas verifikasi faktual dari Ketua DPD PKS Kota Depok, Hafid Nasir beberapa waktu lalu

Margonda | jurnaldepok.id
Hasil pemilihan legislatif di Kota Depok sedikit demi sedikit mulai terkuak. Hal itu akan menjadi tolak ukur bagi para partai politik untuk menduduki kursi empuk di DPRD Kota Depok.

Versi real count Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sampai Sabtu, (20/4) siang menunjukkan untuk wilayah Depok data yang masuk sebanyak 63,49 persen. Dimana PKS menempati urutan pertama dengan 22,35 persen.

Kondisi tersebut dinilai banyak kalangan PKS bangkit kembali setelah pada pemilu tahun 2014 lalu jumlah kursinya menurun di DPRD. Atas prosentase tersebut, PKS diprediksi akan kembali menguasai parleman di Depok.

“Sebagaimana hasil perolehan suara di pemilu legislatif untuk DPRD Kota Depok di atas, PKS juga meraih suara terbanyak pada pemilu legislatif untuk DPRD Provinsi Jawa Barat dan DPR RI dapil Kota Depok dan Kota Bekasi, khususnya untuk pemungutan suara di wilayah Kota Depok,” ujar Hafid Nasir, Ketua DPD PKS, kemarin.

Atas hasil perolehan tersebut yang menempatkan PKS sebagai peraih suara terbanyak dalam pemilu legislatif DPRD Kota Depok, pihaknya menyampaikan ucapan terimakasih kepada warga Depok yang telah memberikan kepercayaan dengan memilih Partai Keadilan Sejahtera pada pemilu 17 April 2019 lalu.

Pihaknya juga mengapresiasi kepada seluruh caleg, struktur pengurus, kader dan simpatisan PKS yang telah bekerja keras siang malam, mulai dari masa kampanye hingga pemungutan dan penghitungan suara di seluruh TPS se Kota Depok.

“Kami juga apresiasi kepada penyelenggara pemilu, terutama para petugas KPPS di seluruh TPS, yang telah bersusah payah menyelenggarakan proses pemungutan dan penghitungan suara yang melelahkan, mulai pagi hari hingga lewat tengah malam, bahkan ada sebagian yang baru selesai pada siang keesokan harinya. Apresiasi juga pada petugas di PPK dan KPUD, Panwas Kecamatan dan Bawaslu, serta aparat keamanan dari Polres Kota Depok selaku penyelenggara, pengawas dan pengamanan pemilu ini,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, PKS siap mengawal proses rekap perhitungan suara di tingkat kecamatan (PPK) dan di tingkat Kota Depok (KPUD) melalui kerja saksi-saksi yang dilengkapi dengan rekap suara dan lembar C1 yang lengkap dari seluruh TPS se Kota Depok.

“Kami mengajak semua pihak untuk turut mengawal proses penghitungan suara dan penetapan hasil pemilu ini secara jujur, adil dan transparan, tolak segala bentuk kecurangan yang mengkhianati mandat rakyat yang telah menentukan pilihannya di bilik suara,” terangnya.

Hafid menjelaskan, sebagai salah satu partai pengusung Capres Nomor Urut 02 Prabowo – Sandi, PKS juga bersyukur atas perolehan hasil pilpres di Kota Depok.

“Berdasarkan pantauan hasil quick count kami, menunjukkan Capres Nomor 02 memenangkan pilpres di Kota Depok dengan perbandingan komposisi suara pasangan 01 dan 02 sebesar 42,54% dan 57,46%,” ungkapnya.

Terakhir ia mengajak semua pihak untuk bersabar mengikuti seluruh rangkaian proses pemilu ini hingga penetapan akhir jumlah suara dan kursi yang diperoleh seluruh partai politik peserta pemilu oleh KPU Kota Depok.

“Kepada para calon anggota DPRD Kota Depok yang terpilih dari hasil pemilu legislatif 2019 ini dan ditetapkan KPU, terutama para caleg dari Partai Keadilan Sejahtera, kami berpesan agar hendaknya mensikapi hasil pemilu ini dengan bijaksana, penuh tanggungjawab mengemban amanah rakyat, berperan aktif dan berkontribusi positif bagi perbaikan penyelenggaraan pemerintahan di Kota Depok untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan seluruh warga Depok,” harapnya.

Salah seorang pemilih milenial di Sawangan mengungkapkan ketertarikannya untuk memilih PKS.

“Saya memilih PKS karena mengena dan cocok untuk kaum milenial seperti saya,” ujar Julia, warga Sawangan.

Pada pemilu 1999, PKS yang saat itu masih berlebelkan Partai Keadilan (PK) hanya memperoleh tiga kursi di DPRD Depok. Kemudian PKS menjadi pemenang pemilu di Depok dengan raihan 12 kursi pada pileg tahun 2004.

Kursi PKS di DPRD Depok kemudian berkurang satu kursi pada pileg 2009 menjadi 11 kursi, dimana pileg saat itu dimenangkan oleh Partai Demokrat dengan raihan 14 kursi. Terakhir, pada pileg 2014 lalu partai yang pernah dinahkodai oleh mantan Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il perolehan kursinya terjun bebas dengan raihan enam kursi di DPRD Kota Depok.

Dengan berbagai dinamika tersebut, kini PKS diprediksi akan merajai kembali kursi di DPRD Kota Depok selama lima tahun kedepan.

Berikut hasil real count yang dirilis oleh DPD PKS Kota Depok atas pileg 17 April 2019

1 PKS 22,35 %
2 GERINDRA 17,69 %
3 PDIP 15,77 %
4 Golkar 8,60 %
5 PAN 8,06 %
6 PKB 6,26 %
7 PPP 4,67 %
8 Demokrat 4,46 %
9 PSI 3,61 %
10 Nasdem 2,79 %
11 Berkarya 2,18 %
12 PERINDO 1,81 %
13 Hanura 0,85 %
14 PBB 0,47 %
15 Garuda 0,30 %
16 PKPI 0,12 %

n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here