Sidang Gugatan First Travel Ricuh

2
Suasana sidang First Travel yang berlangsung ricuh

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Sidang gugatan jemaah First Travel (FT) terhadap negara untuk tidak mengeksekusi aset pendiri perusahaan travel umrah tersebut sudah tiga kali ditunda. Sidang yang rencananya digelar di Pengadilan Negeri Kota Depok di kawasan Kota Kembang, pada Selasa (2/4) kembali ditunda lagi-lagi dikarenakan belum dihadirkannya pemilik First Travel, Andika.

Penundaan sidang tersebut menyebabkan para jamaah kecewa dan sempat membuat kericuhan di Pengadilan Negeri Depok.

“Jadi ada salah satu korban bernama Zuhaery yang kecewa banget karena tidak dihadirkannya
Andika di dalam sidang, padahal jaksa sudah berjanji akan mendatangkan tergugat (Andika),” ucap Kuasa Hukum Jemaah First Travel, Risqi di Pengadilan Negeri Depok, Jalan Boulevard Depok, Selasa (2/4)

Risqi mengatakan, jemaah kecewa
karena Kejaksaan Negeri Depok lakukan pengeksekusian terhadap aset pemilik first travel di tengah pihaknya lakukan gugatan.

“Permasalahannya dieksekusinya saat lagi ada gugatan perdata, kenapa tidak tunggu nanti aja agar kejaksaan bisa panggil Andika. Kenapa malah dieksekusinya kemarin padahal kami sudah komunikasi sejak tiga minggu lalu agar Andika bisa dipanggil,” kata Risqi.

Ia mengatakan, tidak dihadirkannya pemilik first travel tersebut maka gugaan perdata calon jamaah dianggap verstek (gugatan perlawanan dari tergugat).

“Secara hukum ketika panggilan ketiga tergugat tidak datang maka akan verstek, nah ini kami jadi bingung akan jadi apa kasus ini kedepan,” ucapnya.

Risqi mengatakan, pihaknya pun curiga adanya tindakan kecurangan Kejaksaan Negeri Depok sudah terlebih dahulu mengeksekusi.

“Kayaknya sih ini trik kenapa dieksekusinya sekarang tidak kemarin atau tidak setelah kami bertemu dengan Andika,”paparnya.

Ia mengatakan, padahal dengan adanya kehadiran pemilik first travel ini dapat mengurangi rasa kekecewaan jamaah.

“Harusnya dengan adanya Andika disidang ini, kami ingin Andika menjelaskan ke kami. Tapi, ini malah seolah dipersulit,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok, Sufari tidak menjelaskan secara rinci alasan melakukan eksekusi ditengah proses sidang gugatan perdata.

“Kan begini, kami sudah eksekusi itu, sekarang itu ranahnya LP (Lembaga Pemasyarakatan), untuk mengeluarkan untuk mengizinkan sepenuhnya kewenangan LP. Kami tidak punya kewajiban, secara hukum kalau perdata itu pribadi,”katanya.
Sufari pun mengatakan, pihaknya akan tetap memfasilitasi jika ada koordinasi dari pihak rutan untuk mengeluarkan Andika Surachman dan menghadiri sidang perdata tersebut.

“Silahkan (ajukan) nanti LP akan berkordinasi (untuk) mengeluarkan, kami memfasilitasi, misalnya menyiapkan kendaraan, keamanan dan sebagainya,” pungkasnya. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here