Unsur Tindak Pidana Belum Terpenuhi, Berkas Lurah Kalibaru Dibalikin

12
Sufari

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Kejaksaan Negeri Kota Depok mengembalikan berkas
perkara kasus dugaan pungutan liar (pungli) Lurah Kalibaru, Abdul Hamid (50) kepada penyidik Unit Tipikor Polresta Depok, lantaran berkas dinyatakan belum lengkap.

Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Sufari menjelaskan pengembalian berkas itu murni dilakukan karena unsur tindak pidana yang disangkakan belum terpenuhi. Dia meminta penyidik segera melengkapinya agar kasus tersebut tak berlarut-larut layaknya kasus Nur Mahmudi.

“Setiap penanganan perkara, kalau ada petunjuk, P21, kan biasa, tergantung dengan petunjuk yang dipenuhi. Kalau lengkap, sekali cukup,” kata Sufari, kemarin.

Dia mengatakan dalam menilai perkara, pihaknya harus teliti dan cermat, agar tidak terjadi kekeliruan dalam persidangan.

“Perbuatan itu kan dihubungkan dengan alat bukti dan barang bukti,” ucapnya.

Abdul Hamid diciduk penyidik Unit Tipikor Polresta Depok, Kamis (14/2) lalu saat melakukan dugaan pungli pengurusan akte jual beli tanah.

Kemudian, berkasnya dilimpahkan ke Kejari Depok pada Kamis (21/3) lalu. Sebulan kemudian, berkas tersebut dikembalikan ke Polresta Depok.

Dikatakan Sufari, apabila berkas perkara Abdul Hamid telah lengkap, pihaknya akan segera menyiapkan materi dakwaan untuk bahan persidangan.

Abdul Hamid dijerat pasal 12 huruf e UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dianggap terbukti memeras warga saat jadi saksi dalam pengurusan Akta Jual Beli (AJB) tanah.

Uang Rp 5 juta dan sejumlah dokumen yang diamankan Tim Saber Pungli Polresta Depok saat OTT jadi barang bukti, guna menjerat Abdul Hamid jadi tersangka. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here