Proyek Instalasi Pipa PDAM Sesuai SOP

130
Rambu atau papan proyek terpasang di setiap titik galian pengerjaan instalasi pipa PDAM

Margonda | jurnaldepok.id
Proyek pembangunan instalasi pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok di Jalan Raya Margonda dinilai telah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Hal itu ditegaskan oleh Manager Pembangunan PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Sudirman.

“Pekerjaan sudah sesuai SOP baik yang menyangkut galian, pemasangan rambu atau papan nama serta pengumpulan galian tanah. Papan nama proyek atau rambu yang ada di pinggir jalan itu bukan barang bekas, namun barang baru yang dibuat sejak proyek dimulai pada Januari lalu,” ujar Sudirman kepada Jurnal Depok, Selasa (26/3).

Sebelum melakukan pekerjaan tersebut, pihaknya telah melakukan rapat pra konstruksi. Dalam rapat itu, pihaknya telah menekankan untuk melengkapi perlengkapan K3 termasuk papan nama proyek dan rambu-rambu.

“Rambu-rambu itu kan dibuat dari banner dilapisi multiplex dan kerangka kaso serta besi. Ada sekitar 30 buah papan rambu yang dibuat. Pada saat penggunaan, mereka kan kerja dari hulu dipasang rambu-rambu, dalam perjalanannya rambu-rambu ini ada yang terguling kemudian jadi kotor. Sementara progress pekerjaan ini kan sudah mencapai 60 persen, saat ini kami sudah siapkan juga rambu-rambu yang baru,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembangunan atau revitalisasi pipa PDAM di kawasan Margonda tak lain untuk memenuhi kebutuhan air bagi warga di wilayah Depok I dan apartemen yang berada di kawasan Margonda.

“Kebutuhan debitnya meningkat, dari itu ada peningkatan diameter pipa untuk meningkatkan kapasitas air yang didistribusikan. Ukuran pipa di jalur Margonda bermacam-macam, ada yang diameter empat inci, enam dan delapan inci. Saat ini kami ganti dengan diameter yang besar yakni 20 inci,” paparnya.

Untuk pengerjaannya, pihak pemborong dalam hal ini pemenang lelang melakukan dengan cara boring manual. Dimana, setiap jarak 12 meter terdapat pit boring. Sementara itu untuk memenuhi standar kedalaman pipa, tanah digali sedalam dua meter terlebih untuk pipa berukuran 500.

Dikatakannya, tanah hasil galian sengaja dikumpulkan di dalam karung untuk menutup kembali galian, sementara lebihnya akan dibuang.

“Dalam pekerjaan boring ada lumpur yang dihasilkan dari pengeboran menggunakan air, dari itu kami siapkan juga bak untuk menampung lumpur. Itu sudah sesuai standar,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pengerjaan instalasi pipa tersebut dilakukan selama 240 hari yang dimulai sejak 14 November 2018 sampai 11 Juli 2019.

“Anggaran proyek tersebut senilai Rp 15,9 miliar lebih, kami lakukan proses lelang melalui LPSE Kota Depok. Jadi memang dalam pemilihan penyedianya ini terbuka untuk se Indonesia, kami sudah tempuh itu,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here