Partai Islam Malaysia Berguru ke KPU Depok

22
Perwakilan dari Partai Islam Se- Malaysia (PAS) saat mengunjungi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Depok

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Perwakilan dari Partai Islam Se- Malaysia (PAS) mengunjungi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Depok. Mereka ingin mempelajari dan mengetahui sistem pemilihan umum yang ada di Indonesia. Ketika mengetahui sistem dan teknis pemilihan, para anggota partai itu mengaku kaget.

Misalnya saja dari bentuk fisik surat suara tingkat parlemen yang berukuran 50 x 80 sentimeter. Sedangkan di Malaysia ukuran surat suara tidak selebar di Indonesia.

“Bagaimana kagetnya mereka melihat surat suara yang besar sekali di Indonesia. Kemudian mereka juga ingin mengetahui soal cara memilih dengan system, maka banyak hal yang berbeda mulai dari daftar pemilih pun berbeda seperti apa. Kemudian cara pencalonan dan sebagainya itu pun berbeda dengan mereka,” ujar Komisioner KPU Depok, Jayadin, Selasa (19/3).

Pihaknya juga menyampaikan pada perwakilan PAS mengenai banyaknya pasangan calon dan pelaksanaan pemilihan serentak mulai dari presiden hingga DPD.

“Ini menjadi hal baru yang dapat mungkin bisa diimplementasikan atau menjadi gambaran bagaimana untuk meningkatkan tingkat indeks demokrasi di negara Malaysia,” tukasnya.

Hal lain yang membuat orang Malaysia terkejut adalah jumlah daftar pemilih tetap (DPT). Di Jawa Barat, kata dia, jumlahnya mencapai 33 juta.

“Kalau di Malaysia 33 juta itu setara dengan satu negara. Bagi mereka ini hal yang luar biasa dan mereka apresiasi,” paparnya.

Pemilu di Indonesia menjadi hal menarik bagi dunia hingga akhirnya mereka datang dan mempelajari seluk beluk pemilu disini. Mereka juga sempat menanyakan perihal politik uang di Indonesia juga mengenai isu sara.

“Sangat tergambar banget tadi mereka datang ke sini untuk mempelajari tentang pemilihan presiden. Kemudian kami ceritakan bahwa disini bukan hanya presiden yang akan dipilih nanti tapi juga Perwakilan Daerah parlemen,” terangnya.

Pengarah Pusat Kajian Strategik Negeri Kelantan, Wan Nik Bin Wan Yussof menambahkan, pihaknya ingin belajar dari Indonesia mengenai pemilu. Menurutnya proses di Indonesia berjalan baik sehingga diharapkan bisa ada pelajaran yang diambil untuk dapat diimplementasikan.

“Perkembangan demokrasi di sini subur dan kami yakin itu menjadi satu pertanda baik bagi rakyat,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here