Pengakuan Seorang Begal untuk Balas Dendam

129
Pelaku begal saat menjalani rekonstruksi

Margonda | jurnaldepok.id
Pelaku AF alias Lampung (24), residivis kambuhan yang membacok korban, Army Prawibowo di Jalan Ridwan Ridwan Rais RT 03/03, Kelurahan Beji Timur, Kecamatan Beji, berhasil ditangkap aparat kepolisian.

Pemuda yang baru keluar dari penjara itu, sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir di Jakarta. AF alias Lampung, mengaku ingin balas dendam, karena
seminggu sebelumnya pernah menjadi korban perampasan HP.

“Saya dendam lantaran seminggu sebelumnya pernah jadi korban perampasan HP. Akhirnya saya mau diajak sama HA alias Konang untuk membegal,” ujarnya di loby Promoter Polresta Depok, Sabtu (16/3).

Dia mengatakan saat membacok korban dalam keadaan teler minuman keras dicampur obat tramadol.

“Korbannya mirip sama pelaku yang membegal HP saya waktu itu. Lantaran dendam saya langsung bacok saja pakai celurit hingga mengenai leher dan punggung korban saat jalan berlawanan arah,” katanya.

Meski semula Lampung diajak AF berboncengan motor Honda Blade merah B 6979 TXK berkeliling sebanyak 14 kali jalan di daerah Depok untuk merampas motor, namun gagal setelah korban sewaktu dibacok berteriak hingga massa datang.

“Saya pertama kali yang ditangkap massa, lalu setelah itu AF ditangkap di daerah Bojonggede,” tambahnya.

Sementara itu pengakuan AF sebagai kapten dalam kejahatan ini mengaku sudah empat kali beraksi di wilayah Depok, rata-rata sasaran curian berupa HP.

“Tergantung jenis HP yang didapat, rata-rata dijual ke toko seharga Rp 300 ribu dan uang dikasih ke orang tua sama kebutuhan hidup sehari-hari,”katanya.

Sementara itu Wakapolresta Depok, AKBP Arya Pradana mengatakan kedua pelaku AF dan Konang dalam waktu bersamaan telah melakukan dua TKP kejadian, dimana korban dibacok.

Kejadian pertama diatas Fly Over UI Pondok Cina dan Jalan Ridwan Rais, Kelurahan Beji Timur, korban terkena bacok di pinggang dan leher belakang hingga dibawa ke Rumah Sakit.

Dia menambahkan, atas perbuatan kedua pelaku dikenakan Pasal 351 KUHP penganiayaan.

“Barang bukti yang berhasil kami sita motor pelaku Honda Blade sedangkan celurit masih dicari di lokasi pembuangan daerah lapangan Hizbul Wathon atau HW,” pungkasnya. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here