Mulai Kemarin, Bus AKDP-AKAP Wajib Masuk Terminal Jatijajar

89
Kondisi Terminal Jatijaja beberapa waktu lalu

Margonda | jurnaldepok.id
Seluruh kendaraan umum baik tergolong dalam Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), yang beroperasi di wilayah Kota Depok diwajibkan untuk segera masuk Terminal Jatijajar sesuai waktu yang telah ditentukan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, koordinasi mengenai ultimatum waktu juga telah dilakukan oleh pihaknya dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

“Jadi untuk AKAP 13 Maret, sedangkan AKDP (bus) itu 13 April 2019, semuanya harus masuk Terminal Jatijajar di Tapos,” ujarnya, Rabu (13/3).

Dadang menuturkan, apabila pada waktu yang ditentukan masih ada transportasi umum, maka pihaknya akan segera memberikan sanksi tegas, berupa pencabutan ijin.

“Kami ingin mengoptimalkan keberfungsian terminal. Sehingga, nantinya tidak akan ada lagi bus yang ngetem di UI maupun Pal. Memang, saat ini lokasi tersebut menjadi seperti terminal bayangan,”katanya.

Sementara itu, untuk Terminal Terpadu Kota Depok yang hingga saat ini masih dalam tahap pembangunan hanya dikhususkan untuk kendaraan umum jenis angkutan kota (Angkot), dan Bus yang melayani perjalanan seputaran Jabodetabek juga Bandara Soekarno Hatta.

“Kami sudah mengimbau kepada pemilik PO Bus, sejak soft launching terminal bulan September kemarin. Kemudian, terakhir kami rapatkan bersama mereka di Jatijajar kemarin, Rabu (6/3) yang sifatnya sudah instruksi,” paparnya.

Selanjutnya, Dadang menegaskan pihak BPTJ juga telah meminta agar rambu – rambu lalu lintas di sekitar Terminal Bus Jatijajar segera dipasang.

“Setelah dipenuhi, tentu aturan harus diikuti. Nanti skemanya, bus masuk lewat Tol Citeureup – Cibinong – masuk Terminal Jatijajar. Sedangkan bus yang keluar dari terminal, langsung masuk ke Tol Cijago rutenya seperti itu,” terangnya.

Namun, mekanisme pengaturan kendaraan umum tersebut tidak lantas mengurangi kemacetan Kota Depok.

Dadang menegaskan, dari pantauan pihaknya, kepadatan di ruas jalan protokol disebabkan oleh pergerakan masyarakat ke satu jalur.

“Kalau kami lihat, kemacetan itu terjadi bukaan karena banyak yang ke luar kota, tapi pola pergerakan kendaraan yang sentroid, dengan kata lain mereka bergerak ke arah satu jalur sehingga akhirnya menyebabkan kepadatan,” pungkasnya. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here