Kereta Anjlok, Penumpang Numpuk Di Stasiun

59
Terlihat menumpuk penumpang KRL di Stasiun Depok Lama

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Akibat adanya rangkaian Commuterline dengak KA 1722 relasi Jatinegara-Bogor
yang mengalami terguling di perlintasan Kebon Pedes, Kabupaten Bogor, mengakibatkan penumpukan di Stasiun Depok Lama dan Baru, Kecamatan Pancoran Mas.

Pantauan di peron Jakarta dan Bogor terlihat di Stasiun Depok Lama pada, Minggu (10/3) para penumpang terlihat menumpuk dan belum bisa diberangkatkan.

“Rangkaian kereta belum bisa ke Bogor karena ada kereta yang anjlok,” ujar Solehudin, salah satu warga.

Dengan adanya kecelakaan tersebut, dia akan menggunakan akomodasi lainnya untuk tujuan ke Bogor.

“Kalau belum bisa dilintasi kami mau naik transportasi lainnya,”katanya.

Ami, salah satu penumpang KRL mengaku terpaksa melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan kota, lantaran KRL tidak sampai Bogor.

“Ya mau bagaimana lagi, terpaksa naik angkot. Katanya cuma sampai sini,” tandasnya.

Penumpang lainnya, Ridwan terpaksa harus berjalan kaki keluar area stasiun Depok Lama.
Dia pun melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kendaraan umum (angkot).

“Saya sempat tertahan di Jatinegara, ada sekitar satu jam ternyata menurut informasi tidak bisa lewat ke Bogor,” katanya.

Tumpukan penumpang terlihat ketika mereka harus lama menunggu di atas peron.
Penumpang yang baru turun dari rangkaian pun terlihat antri keluar pintu menuju angkutan umum.

“Ini mau pulang ke Bogor tapi ada kendala di jalan begini. Niat naik kereta biar cepat sampai rumah, cuma malah ada kayak gini,” ungkapnya.

Samsi, penumpang lainnya menuturkan dirinya mengaku tahu informasi tersebut dari WhatsApp grup (WAG). Dirinya pun terpaksa menyambung dengan menumpang angkot menuju Bojong Gede.

VP Komunikasi PT Commuterlie Indonesia, Eva Chairunisa
memohon maaf atas gangguan perjalanan di lintas Bogor – Jakarta Kota/Jatinegara dan sebaliknya sehubungan dengan adanya anjlok KA 1722 relasi Jatinegara – Bogor di petak jalan antara Cilebut – Bogor yang terjadi sekitar pukul 10.15 WIB.

Hingga kemarin siang perjalanan KRL lintas Bogor Jakarta Kota-Jatinegara dan sebaliknya belum dapat dilayani.

“Petugas dari PT KAI Daop 1 dan PT KCI telah berada di lokasi untuk melakukan evakuasi penumpang dan KRL,” ungkapnya.

Penyebab kejadian tersebut belum dapat disampaikan karena masih proses evakuasi dan akan dilakukan investigasi lebih lanjut.

Tercatat jumlah korban luka mencapai 17 orang, 9 orang di RS Salak Bogor dan 8 lainnya di pos kesehatan stasiun bogor.

Salah satu korban, Nurjanah tercatat sebagai warga Lembah Hijau Gobel B2 /rt 06/ Rw 013 Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis. Identitas korban luka dan dapat dilihat di RS Salak Bogor. Bagi para pengguna yang menjadi korban maka mendapatkan perawatan kesehatan.

“Evakuasi selanjutnya akan kami upayakan terhadap badan kereta di lokasi. Rencananya kereta yang tidak anjlok akan dievakuasi dengan ditarik sementara ke Stasiun Cilebut. Sementara kereta yang anjlok menunggu proses evakuasi lanjutan karena terkait dengan perbaikan prasarana perkeretaapian,” terangnya.

Untuk perjalanan KRL dari dan tujuan Bogor hingga kemarin siang belum dapat dilayani oleh KRL. Perjalanan KRL dari arah Jakarta Kota maupun Angke/Jatinegara kemarin hanya sampai Stasiun Depok.

“Bagi para pengguna yang telah membeli tiket atau melakukan tap in dapat melakukan refund di loket stasiun. Untuk pelayanan KRL di lintas lainnya berlangsung normal,” jelasnya.

PT Kereta Commuter Indonesia atau KCI menyatakan bahwa perjalanan kereta commuter line dari Jakarta dengan tujuan akhir Stasiun Bogor, terpaksa diakhiri sampai Stasiun Depok saja. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here