Gara-gara Rampas Tas, AR Gagal Nikah

61
AR saat diamankan anggota kepolisian

Beji | jurnaldepok.id
AR (21) seorang pemuda yang berencana melangsungkan pernikahan pada, Minggu (17/3) kandas karena harus berurusan dengan polisi Polsek Beji.

AR kini berurusan dengan polisi ditangkap karena merampas tas milik wanita di Jalan Joglo, Kelurahan Kukusan, Keamatan Beji. AR kepada wartawan mengaku, terpaksa mencuri lantaran butuh buat biaya nikah.

“Tanggal 17 Maret ini rencana saya sama pasangan mau menikah. Semua persiapan sudah disiapkan. Rencana dari hasil mencuri ini uangnya akan digunakan buat tambah-tambah acara pernikahan nanti,” ujarnya, Jumat (8/3) sore.

Namun pasca diamankan polisi Polsek Beji, tidak tahu nasib dengan pernikahaannya.

“Pasangan tahu kalau saya ditahan, mendengar hal tersebut langsung syok dan kaget. Saya pasrahkan semua sama Allah bagaiamana nasib pernikahan saya. saya sangat menyesal,” katanya.

Perampasan tas wanita terjadi pada, Senin 4 Maret lalu usai dapat pesanan ojek online dengan menggunakan aplikasi orang tua ke Pondok Labu keliling ke Jalan Joglo. Saat pulang ke Depok dia melihat ada kesempatan merampas tas korban.

“Saat itu korban sedang jalan sendiri dan sepi, spontan tas yang dibawa korban langsung saya rampas,” ungkapnya.

Uang yang diambil pelaku digunakan Rp 1 juta untuk membeli baju dan makan sehari-hari.
Pada saat kejadian aksinya tersebut terekam oleh rekaman cctv milik warga yang mengarah ke jalan.

Kasus itu lalu dilaporkan ke Polsek Beji dan seperti diketahui dalam tempo waktu kurang dari 24 jam pelaku ditangkap. Pelaku pada saat beraksi menggunakan atribut ojek online.

Kapolsek Beji, Kompol Yenny Angreni Sihombing mengatakan, pelaku diamankan dari persembunyiannya di Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis.

“Pada saat ditangkap pelaku tidak melawan,” pungkasnya. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here