Suami Penganiaya Istri Diringkus

109
Suami penganiaya istri ketika diintrogasi polisi

Margonda | jurnaldepok.id
Aparat Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Depok menangkap TB, suami yang telah menganiaya istrinya RN hingga terkapar.

Wakil Kepala Kepolisian Resort Kota Depok, Ajun Komisaris Besar Arya Perdana kepada mengatakan, TB diringkus di tempat persembunyiannya di kawasan Pandeglang, Banten. Akibat penganiayaan yang dilakukan pelaku, korban yang diketahui berinisial RN mengalami luka di bagian kepala, mata, tubuh, dan kaki.

“Ya benar, kami sudah mengamankan pelaku yang merupakan suami korban,” ujar Arya, kemarin.

Pelaku TB, kata dia, melakukan kekerasan dalam rumah tangga diduga hanya gara-gara saat pulang ke rumah tidak ada makanan untuk makan siang, dimana saat itu istrinya tidak memasak.

Penganiayaan tersebut terjadi di rumah mereka, yakni di Kecamatan Bojongsari, Rabu (27/2), setelah menganiaya istrinya, TB langsung kabur ke Pandenglang, Propinsi Banten.
Saat ini, lanjut Arya, korban masih menjalani perawatan medis.

Atas perbuatannya itu, pria 32 tahun ini bakal dijerat dengan Undang-undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau (KDRT) yang ancamannya di atas lima tahun penjara. Kasusnya sedang dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak atau PPA Polresta Depok.

“Apa ada motif lainnya dan pemicunya ini yang sedang didalami penyidik kami,”katanya.

Sebelumya, seorang ibu rumah tangga RN yang bertempat tinggal di Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, dianiaya oleh suaminya beinisial TB hingga tidak bisa jalan dan mengalami luka di bagian tubuhnya.

Akibat kekerasan yang dilakukan suaminya RN tidak bisa berjalan dengan sempurna dan masih terbaring. Bahkan saat mengadukan kasus kekerasan oleh suaminya ke Polresta Depok di Jalan Margonda RN harus menggunakan mobil pick up atau bak terbuka ditemani tetangganya dan dua anaknya, Rabu (27/2) sore.

RN kepada wartawan mengatakan penganiayaan terjadi saat dirinya menanyakan uang hasil kerja suaminya sebagai supir angkot. Aksi penganiayaan itu berlangsung di rumah pada Rabu (27/2) sore dan beberapa waktu lalu. Aksi pemukulan dilatar belakangi karena permasalahan ekonomi. Menurut pengakuannya suaminya TB telah sering kali melakukan kekerasan fisik tubuhnya.

“Penyebabnya karena masalah ekonomi. Diamukulin saya pakai tangan kosong,” ujarnya.

Saat ditanya suaminyanya TB naik pitam, marah dan memukuli istrinya hingga babak belur.

“Muka saya dipukul pakai tangan, terus dipukul lagi. Pas saya mau keluar rumah, saya ditendang bagian paha belakangnya sampai saya jatuh tersungkur begitu. Tetangga – tetangga denger langsung nolongin saya,” pungkasnya. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here