Polresta Depok Behasil Ungkap 28 Kasus Narkoba

67
Polresta Depok saat merilis barang bukti terkait kejahatan narkoba

Margonda | jurnaldepok.id
Selama bulan Januari hingga Februari 2019, jajaran anggota Satresnarkoba Polresta Depok berhasil mengungkap 28 kasus narkoba dan menangkap 35 kurir serta pengedar narkotika.

Wakapolresta Depok, AKBP Arya Pradana dalam gelar perkara di halalam Polresta Depok Jalan Margonda mengatakan
anggotanya telah mengamankan sekitar
38 tersangka.

“Dari tangan para tersangka, anggota kami mensita barang bukti sabu seberat 735,98 gram dan ganja 15,8 gram dengan total materil mencapai Rp 1,5 milliar,” ujarnya, kemarin.

Dia menuturkan, berkat keberhasilan kinerja anggota narkoba dalam peredaran narkoba berhasil menolong ribuan warga Depok dari masalah penyalah gunaan narkoba.

“Berdasarkan informasi dari BNN , wilayah Jawa Barat yang paling banyak peredaran narkoba ada di Depok. Hasil survey terlihat dari keberhasilan anggota kami mengungkap banyaknya kasus narkoba,” paparnya.

Sementara itu dari 35 pelaku yang berhasil ditangkap, ada tiga orang diantaranya memilik paling banyak barang bukti jenis sabu. Ketiga orang itu yaitu TAA alias Aye (22), mahasiswa, warga Sawangan, dengan barang bukti sebanyak 374,68 gram sabu, EA dan RAS warga Sukmajaya, dengan barang bukti 214,82 gram sabu, terakhir FS, pengangguran, warga Cinere dengan barang bukti sabu 121,6 gram.

Sementara itu salah satu pelaku TAA, mahasiswa ekonomi semester lima dari universitas swasta yang ada di daerah Tangerang Selatan, beralasan menjadi kurir sabu untuk membiayai kuliah dan hidup sehari-hari.

Sedangkan FS beralasan karena butuh biaya untuk membeli susu anak yang masih balita. Pelaku FS merupakan pemain lama yang sempat vakum dan kembali menerjuni peredaran narkoba.

Sedangkan TAA yang tinggal bersama kakeknya menjadi kurir sabu untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

“Para pelaku dikenakan Pasal 114 ayat 1 yo 112 ayat 1 UU RI no.35 tahun 2009 tentang kedapatan dan menguasai narkotika golongan 1 jenis sabu ancaman pidana 20 tahun,” ungkapnya.

Kasat Narkoba Polresta Depok, Kompol Indra Tarigan mengatakan anggotanya selama 20 hari telah berhasil mengungkap sebanyak 28 kasus peredaran narkoba.

“Dari hasil ungkap Polres dan Polsek semua ada 28 kasus. Para pelaku yang kami amankan rata-rata merupakan kurir dan bandarnya,”katanya.

Dia mengungkapkan total barang bukti yang berhasil disita sebanyak sabu 61,68 gram dan ganja ada 15,08 gram total senilai ratusan juta rupiah.

Operasi pengungkapan narkoba selama sebulan ini semua jajaran Polsek harus berhasil mengungkap peredaran narkoba.

“Selain itu juga bertujuan dapat menekan peredaran narkoba dari para pelaku,” katanya.

Dari Polsek yang paling banyak dengan perolehan barang bukti yaitu Polsek Pancoran Mas.

“Untuk jumlah barang bukti terbanyak jenis sabu dipegang Polsek Pancoran Mas,” jelasnya.

Rata-rata dari kasus yang ada, lanjutnya, para pelaku ditangkap dari hasil undercover penyamaran petugas di lapangan berupa transaksi.

“Semua dengan cara transaksi penyamaran anggota di lapangan untuk bisa menangkap pelakunya dan kebanyakan menjadi kurir untuk biaya hidup,” pungkasnya. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here