Polisi Bentuk Tim Khusus

67
Kompol IGN Bronet Ranapati

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Aparat Kepolisian Polsek Sukmajaya dan Polresta Depok membentuk tim khusus (Tims) dalam mengungkap kasus pecah kaca mobil milik jaksa di lingkungan Kejaksaan Negeri (Kejari), Cilodong.

Kapolsek Sukmajaya, Kompol IGN Bronet Ranapati mengatakan kasus pencurian dengan modus pecah kaca menimpa mobil milik Jaksa Penuntut Umum (JPU), Tri Setyobudi pada Senin (25/2) dan aparat Reskrim Polsek Sukmajaya telah membentuk tim khusus.

“Lantaran kasus ini atensi, maka kami membentuk Timsus untuk mengejar para pelaku modus pecah kaca mobil ini,” ujarnya, kemarin.

Ia juga mengatakan sejumlah saksi telah dimintai keterangan

“Korban juga sudah dimintai keterangan. Kami menduga pelaku dua orang berboncengan motor. Kami juga masih mencari rekaman CCTV di lokasi kejadian,” paparnya.

Ia mengimbau petugas parkir di lingkungan perkantoran pemerintahan untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Selain itu pemilik kendaraan mobil juga jangan menaruh benda-benda atau barang elektronik di dalam mobil.

“Ini untuk antisipasi memancing tindak kejahatan,” ungkapnya.

Sebelumnya, dua unit mobil salah satunya milik Jaksa Kejaksaan Negeri Kota Depok, Senin (25/2) sore dipecahkan oleh maling yang saat itu tengah parkir di kawasan Kantor Kejaksaan dan Gedung DPRD Kota Depok di Kecamatan Cilodong.

Aksi pencurian dengan modus pecah kaca pertama kali diketahui oleh petugas keamanan kantor Kejaksaan Negeri Depok, Ahmad yang saat itu tengah bertugas.

Ahmad mengatakan saat itu dia bersama rekannya sedang bertugas dan mendapatkan info ada dua mobil yang kacanya pecah.

“Saat kami periksa benar ada dua mobil kacanya pecah, salah satunya milik Jaksa Tri Setyobudi yang tengah mengikuti sidang di Pengadilan Negeri (PN) Depok,” ujarnya, kemarin.

Dia mengatakan ada dua mobil yang kaca pintunya dipecah dan barang yang disimpan dalam mobil raib dicuri orang tak dikenal. Salah satu mobil milik Jaksa Penuntut Umum (JPU), Tri Setyobudi yang berisi tas laptop raib digondol pencuri di mobil Toyota Fortuner warna putih setelah kaca bagian samping belakang dipecah.

“Selain itu, satu unit mobil Honda CRV warna hitam juga sama kondisi kaca samping belakang pecah,” katanya.

Sementara itu, Jaksa Tri Yulianto mengakui dirinya kaget ketika diberi kabar mobil yang diparkir di kawasan DPRD-Kejaksaan dekat pinggir kali jadi korban pecah kaca orang tidak dikenal.

“Laptop dan tas kami hilang dicuri, kebetulan berkas dalam laptop ada data berkas kasus yang tengah ditangani. Saat datang tadi, kata dia, ada tukang parkir atau juru parkir tapi saat kejadian orangnya tidak kelihatan,” pungkasnya. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here