KOOD Diminta Utamakan Program Cerdas

77
Wakil Walikota foto bersama dengan pengurus KOOD

Laporan: CR1-JD
Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) harus bisa bersinergi dengan Pemerintah Kota Depok salah satunya mewujudkan misi dan visi Kota Depok itu sendiri.

Demikian dikatakan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna saat menghadiri pengukuhan pengurus KOOD Kecamatan Beji periode 2019-2023 di Warung Betawi Ngumpul di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji.

Dia mengatakan, KOOD juga harus memiliki program yang cerdas dan sesuai dengan pakem-pakem yang ada dalam membangun Kota Depok.

“Kami harapkan KOOD melaksanakan program yang cerdas dan sesuai dengan pakem pakem yang ada selalu kompak.
Bersinergi dengan Pemkot Depok melaksanalan misi dan visi menjaga kebersamaan satu sama lain,” ujarnya.

Pradi menambahkan, KOOD jangan hanya kumpul-kumpul saja akan tetapi bagaimana mewujudkan kebersamaan menyusun program kedepannya untuk kemajuan Kota Depok.
Keberadaan atau kehadiran organisasi Kumpulan Orang Orang Depok diharapkan memiliki pandangan maupun orientasi ke depan untuk kepentingan masyarakat banyak khususnya Kota Depok.

“Saya berharap jangan hanya kumpul-kumpul saja keberadaan organisasi KOOD ini. Setelah berdiri beberapa tahun kemudian bubar tanpa ada pandangan serta visi misi yang menampung seluruh aspirasi masyarakat Kota Depok untuk pembangunan serta kesejahteraan masyarakat banyak,”katanya.

Di lokasi sama Dewan Penasehat KOOD Depok, Nuroji menambahkan, KOOD yang dibentuk oleh (alm) H Naming D Bothin diharapkan bisa kompak memajukan dan pembangunan di Kota Depok.

“Kepengurusan dan organisasi KOOD ini memang sempat tidak aktif sehingga sejumlah pengurus kini tengah membenahi kepengurusan. Saya berharap kepengurusan KOOD ini untuk fokus kepada kegiatan budaya, sosial, pendidikan dan kesehatan,” tandasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, KOOD harus fokus ngurusin seni, budaya dan bahasa. Itu adalah perekat kebersamaan kemajuan Kota Depok.

Ketua Umum KOOD, Ahmad Dahlan menambahkan, secara organisasi, KOOD tidak ada urusan dengan politik praktis.

Saat ini organisasinya sedang fokus merancang berbagai program skala prioritas, salah satunya menghimpun perkataan atau tutur kata (dialek) yang diucap oleh para leluhur Depok masa lalu, dan kini dialek tersebut telah menjadi bahasa keseharian warga asli Depok.

“Setelah terhimpun, selanjutnya akan dikaji dan dirumuskan oleh tim khusus (bidang sejarah dan budaya) dengan melibatkan para tokoh atau sesepuh Depok. Kemudian akan kami terbitkan menjadi kamus bahasa Depok,” ungkapnya.

Bahkan, sambungnya, kawan-kawan yang membidangi pendidikan di KOOD memiliki rencana akan mendorong Dinas Pendidikan agar bahasa asli Depok menjadi muatan lokal di sekolah-sekolah.

Sementara itu Ketua KOOD Beji, Heri Ibrahim mengatakan KOOD di Beji siap bersinergi dengan Pemkot Depok seperti pihak Kelurahan, Kecamatan dan pihak lainnya dalam membangun Kota Depok.

“Kami sudah dilantik dan sanggup menjalankan program dan jangan hanya menyodorkan dalam berkonsep serta program saja namun harus benar-benar mampu berkiprah maupun bekerja secara nyata untuk kepentingan masyarakat Depok,”katanya.

Heri berharap agar barisan KOOD senantiasa menjaga nama baik organisasi.

“KOOD bukan organisasi gagah-gagahan, tapi wadah pemersatu yang lebih fokus mengurusi seni, budaya dan bahasa Depok,” pungkasnya. n

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here