Tak Rela Diceraikan Istri, Ayah Aniaya Tiga Anaknya

53
Inilah seorang ayah yang tega melakukan penganiayaan terhadap ketiga anaknya

Limo | jurnaldepok.id
Tidak terima diceraikan oleh istrinya, NG (35), pria pengangguran ini menganiaya dan mengancam akan membunuh tiga anaknya termasuk seorang masih bayi.

Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Deddy Kurniawan kepada wartawan pada gelar perkara mengatakan, tersangka NG (35), tidak dapat mengelak saat ditangkap oleh Tim Srikandi dibantu anggota Buser Polresta Depok di kediamannya Jalan Krukut Raya Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo.

“Bahkan aksinya dikirim ke istri pelaku RA, akan membunuh anaknya dengan diancam menggunakan golok. Pelaku NG kini sudah kami amankan, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku di Unit PPA,” ujar Deddy, kemarin.

Deddy mengungkapkan, ketiga anak korban MJD, AA, dan S 9, sering diperlakukan kasar oleh bapaknya sendiri. Hal itu dilakukan karena NG belum terima dicerai oleh istrinya sendiri.

“Pelaku bahkan gelap mata menendang menggunakan kakinya sendiri ke arah wajah anak laki-lakinya yaitu MJD saat di warung bakso Jalan Keadilan Rawa Denok, Panmas hingga mengalami memar,” paparnya.

Sebelumnya Rabu (20/2) siang, pelaku kembali mengancam anaknya AA (5) dan S (9) dengan golok akan dibunuh lalu rekaman video dikirim ke istrinya.

Dia menambahkan, motif pelaku berbuat keji seperti itu kepada anaknya sendiri lantaran masih ada rasa cemburu terhadap istrinya.

Wakapolresta Depok, Ajun Komisaris Besar Arya Perdana mengatakan, aksi penganiayaan yang dilakukan tersangka ialah dengan cara menendang kepala anaknya yang masih di bawah umur serta melakukan ancaman dengan senjata tajam.

Hal itu diperkuat dengan rekaman gambar dari ponsel tersangka dan keterangan saksi sekaligus pelapor, yakni RA (mantan istri tersangka).

Pada polisi, RA mengaku sempat dianiaya bersama salah satu anaknya berinisial MJD (3 tahun).
Aksi keji itu terjadi di sebuah warung bakso di Jalan Keadilan, Pancoran Mas Depok, Senin (18/2) sekira pukul 17:00 WIB.

“Saat itu, pelapor (RA) melihat anaknya yang bungsu ditendang wajahnya sebanyak satu kali oleh pelaku dengan menggunakan kaki sebelah kanan memakai sepatu warna biru tua, sehingga menyebabkan wajah korban mengalami memar di bawah mata sebelah kanan,” kata Arya, Sabtu (23/2).

Kemudian, aksi kekerasan itu dilakukan kembali oleh tersangka pada Rabu, 20 Februari 2019 sekira pukul 14:00 WIB, di sebuah rumah kontrakan di Jalan Krukut Raya, Kecamatan Limo.
NG melakukan kekerasan pada anak-anaknya yakni, AA, bocah perempuan (5 tahun) dan S yang juga perempuan (9 tahun).

“Di dalam kamar pelaku mengancam kepada korban 1 dan korban 2 sambil menunjukkan sebilah golok dan melakukan perekaman dengan handphone-nya sendiri sambil mengancam kedua anaknya akan dibunuh jika tidak memberitahu siapa pacar baru dari pelapor (mantan istri ),” ungkapnya.

Setelah puas menganiaya kedua anak kandungnya, pelaku kemudian mengirim rekaman itu ke mantan istri, yang juga orangtua kandung para bocah malang tersebut.

“Adapun motif pelaku melakukan kekerasan tersebut karena merasa tidak terima dengan keputusan cerai dan masih cemburu,”katanya.

Atas aksinya tersebut, polisi menjerat NG dengan pasal berlapis, yakni pasal 80 ayat 1 Undang Undang Perlindungan Anak kemudian Undang Undang Darurat karena membawa senjata tajam dan melakukan pengancaman.

“Jadi ada ancaman, orang kalau diancam hanya dengan kata-kata mungkin tidak bisa dikenakan pasal. Cuma kalau melakukan pengancaman itu sudah menggunakan senjata tajam ini menjadi satu tindak pidana pasal 335 ayat 1 yang ancamannya di atas lima tahun penjara,” jelasnya.

Langkah selanjutnya, polisi bakal menggandeng Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI dan melibatkan psikolog untuk memulihkan efek trauma yang ditimbulkan akibat oleh pelaku. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here