Edan! Ayah Tiri Tega Banting Anaknya

124
ilustrasi

Tapos | jurnaldepok.id
FT (2), seorang bayi pada, Jumat (8/2) malam ditemukan tewas di rumah kontrakan di RT 01/09 Kelurahan Cimpauen, Kecamatan Tapos. Bayi tersebut diduga tewas setelah dibanting oleh ayah tirinya.

Salah satu saksi mata, Latifah memberitahukan kepada Ibu korban, Eni yang pada waktu pulang dari mengamen, bahwa anaknya dibanting HR yang merupakan ayah tiri dari FR.
Mendapatkan kabar tersebut Eni ibu korban FT langsung melihat ke rumah kontrakan dan saat di dalam rumah kontrakan anaknya sudah tidak bernyawa.

Adanya temuan itu lalu Latifah memberitahukan kejadian tersebut kepada suaminya, Bayu bahwa melihat HR pelaku membanting anak tirinya FT kemudian Bayu dan Latifah mendatangi rumah Ketua RT 01 Rw 09 memberitahukan bahwa dikontrakan ada anak kecil yang meninggal.

“Lalu, Ketua RT 01 RW 09 mendatangi TKP, kemudian Ketua RT menelpon Pihak Polsek Cimanggis dan datang Personil Polsek Cimanggis,” ujarnya, kemarin.

Lalu Jenasah FT dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk di visum dan pelaku HR yang saat itu masih berada di kontrakan dibawa ke Polsek Cimanggis untuk diproses lebih lanjut.

Sementara itu Kapolsek Cimanggis, Kompol Suyud mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Saksi-saksi sudah kami mintai informasi. Sementara itu korban sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Pelaku identitasnya sudah diketahui, petugas di lapangan masih mendalami untuk mengejar pelaku,” tandasnya.

Suyud mengatakan, setelah melakukan penyidikan secara marathon pihaknya telah menetapkan pelaku pembunuh balita perempuan usia dua tahun adalah bapak tirinya sendiri HR.

HR alias AI (24) diamankan di rumah kontrakannya milik Haji Ahmad di daerah Gang Haji Kahfi RT 01/09, Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos.

“Pelaku ayah tirinya sendiri sekarang masih diperiksa intensif penyidik di Polsek. Motif pelaku membunuh kerap berantem dengan istrinya dan melampiaskan emosi terhadap korban dengan membantingnya,”katanya.

Sementara itu tetangga korban, Gama
menceritakan peristiwa diketahui dimulai pada, Jumat (8//2) HR membanting korban FN (2), setelah sempat cek-cok dengan ibu kandung korban Eni (19), di dalam rumah kontrakannya.

“Korban tewas diduga akibat pernah dibanting sama EK bapak tirinya sendiri. Korban dibanting di depan ibu kandungnya yang juga istri tiri EK,” ungkapnya.

Sehari-hari, kata dia, pelaku bersama istrinya bekerja sebagai pengamen jalanan dan baru menetap selama tiga bulan, namun setiap hari kerap terjadi cek-cok mulut.

“Keluarganya kurang harmonis setiap hari selalu berantem cek cok mulut. Yang meninggal ini anak kandung dari Ibu Eni sendiri. Korban ditemukan tewas Jumat (8/2) malam,” ungkapnya.

Ayah tirinya, lanjutnya, sempat mengatakan korban kejang-kejang lalu tewas di dalam rumah kontrakannya dalam keadaan terbaring di tempat tidur kain. Pasangan muda ini mengontrak rumah sebulan Rp 260 ribu .

“Kami disini sebagai tetangga tidak kaget dengan peristiwa pembunuhan bayi ini, lantaran hampir setiap hari terjadi cek-cok mulut biar masalah kecil pun,”katanya.

Pada saat kejadian jenasah korban sempat diperiksa luar oleh anggota dan terdapat luka pada bagian kepala belakang, memar di punggung sebelah kiri. n CR1-JD

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here