Perayaan Imlek Di Depok Kondusif

45
Aparat kepolisian dan TNI saat melakukan kunjungan ke rumah ibadah

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Perayaan Imlek di Vihara dan Lintang Kota Depok sebagian besar berjalan aman dan lancar. Hal ini tak lepas adanya penjagaaan pengamanan dari kepolisian. Berdasarkan pantauan di lokasi beberapa tempat Vihara yang ada di Depok, dihadiri ratusan jamaat berasal dari dalam maupun luar Kota Depok. Saat melakukan sembahyang pada malam tahun baru Imlek tampak berjalan tertib dan kondusif.

Kapolsek Cimanggis, Kompol Sujud mengatakan di Vihara Gayatri, Cilangkap, Tapos, hadir sekitar 200 orang dari dalam maupun luar Kota Depok.

Hal yang sama disebutkan Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Roni Agus Wowor bahwa perayaan Imlek digelar di Lintang Cagar Alam Pancoran Mas juga berjalan aman dan kondusif.

“Meski terjadi sedikit kepadatan arus lalulintas depan Litang, namun masih dapat dikendalikan oleh petugas yang berjaga. Kami turunkan 10 personil dibantu Polres Depok dalam pengamanan jalannya perayaan Imlek bagi agama Budha dan Khonghucu,” ujarnya.

Umat Konghucu di wilayahnya dipersilakan merayakan tahun Baru Imlek 2570 dengan suka cita dan meriah tetapi tetap pada batas norma masyarat yang ada di sekitarnya.

“Kami sebagai aparat keamanan bersama dengan Danramil Pancoran dan potensi masyarakat menjamin dari keamanan dan kenyamanan pelakasanaan Perayaan Imlek 2570 ini,” paparnya.

Ketua Litang Depok, JS Suwito kepada wartawan mengakui, perayaan Imlek tahun ini memang lebih meriah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Perayaan Imlek tahun ini lebih meriah dan semangatnya bertambah dibandingkan tahun kemarin karena memang kondisi dan suasana lebih baik,”katanya.

Ditambahkannya, perasaan aman dan nyaman sangat dirasakan bagi umat Konghucu Depok.

“Kondisi keamanan dan kenyamanan sangat terasa sehingga ketika melakukan peribadatan dan persembahyangan pun kami merasa tenang dan harmonis,” ungkapnya.

Secara umum pelaksanaan Imlek berjalan tertib aman dan lancar, serta komunikasi tetap berjalan baik. Menyinggung tentang pembangunan kelenteng “Rumah Kebajikan” di Pitara, itu adalah berkat swadaya dan donasi yang tidak dapat disebutkan namanya.

“Rumah Ibadat Litang ini tahun 2010 pindah dari Litang yang lama di simpang Cagar Alam samping Gedung Sandra,” tukasnya.

Menurut Suwito, perkembangan Agama Konghucu di Depok cukup baik, saat ini umatnya berkisar 200 KK dan tersebar dari Kecamatan Cipayung, Pancoran Mas, Cipayung, Kecamatan Sawangan serta wilayah lainnya.

“Perayaan selanjutnya, umat Konghucu Depok dua minggu setelah Imlek ini adalah Cab Gomeh.
Tahun Baru Imlek kali ini memang pada Shio Babi Tanah,” katanya.

Tentang makna di balik Shio Babi Tanah, Js Suwito mengakui belum mengetahui banyak tentang hal ini, tetapi ia berharap tahun ini dengan kerja keras dan menjaga kerukunan umat beragama akan berhasil sukses. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here