Terkait Harga Rumah, DPW Apernas Gelisah

70
Risma Gandhi

Cilodong | jurnaldepok.id
DPW Asosiasi Perumahan Sederhana Sehat Nasional (APERNAS) Jawa Barat merasa gelisah terkait harga rumah subsidi. Pasalnya, sampai hari ini Pemerintah dalam hal ini Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, belum mengumumkan serta menetapkan harga rumah subsidi.

“Kami gelisah sampai saat ini belum diumumkan harga rumah subsidi oleh pemerintah,”ujar Ketua DPW Apernas Jawa Barat, Risma Gandhi seusai acara pertemuan Pengurus DPW dan DPD Apernas, Kalimulya, Cilodong.

Risma mengungkapkan, salah satu dampaknya adalah belanja tanah dan kontruksi sangat erat dengan harga jual. Ia menuturkan, bagi pengembang perumahan yang sudah beli lahan belum bisa menjual bisnisnya. Dengan adanya jeda waktu perputaran uang, lanjutnya, maka imbasnya pada pinjaman perbankan.

“Biasanya ada kenaikan harga rumah sebesar 5 persen untuk type rumah 30/60, 36/60 dan 30/72 khusus wilayah Jabar. Sebelumnya, kisaran harga rumah subsidi khusus Jabar Rp 130 juta-138 juta di tahun 2018 dan per wilayah beda-beda. Selain itu, terkait dua produk program pembayaran rumah subsudi BP2BT dan ASN. Kami berharap agar sosialisasi dengan gencar dan realisasi agar punya Flpp rumah subsidi,” paparnya.

Sementara itu Ketua DPD Apernas Kabupaten Bogor, Indra berharap agar adanya kepastian hukum pada perijinan rumah komersil. Pasalnya, belum ada sosialisasi perda yang baru. Sementara, proses perijinan terhambat di tingkat kecamatan.

“Kami minta dispensasi untuk perijinan karena sudah ada bangunan dan lainnya dengan pertimbangan memperhatikan kearifan lokal. Sebab, belum ada sosialisasi pada pihak Asosiasi. Jangan sampai, mematikan investor,”tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dibahas terkait program kegiatan 2019, roadshow dan pelantikan pengurus. Tampak hadir penasehat Apernas, H. Nasihun Syahroni dan para pengembang perumahan. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here