Mahasiswa Dan Santri Diminta Melek Politik

62
Mahasiswa dan santri Al Hamidiyah foto bersama usai mengikuti seminar

Laporan: Rahmat Tarmuji
Memasuki masa kampanye setiap masyarakat harus mengerti tentang dunia politik sebab akan menentukan pilihannya di bilik suara.

Seperti yang dilakukan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hamidiyah Jakarta yang menggelar Seminar Nasional Mahasiswa dan Santri Melek Politik.

“Kami berharap dari acara ini para mahasiswa mengetahui dan memahami tentang politik. Tidak ekstrim dan terbelah dua gara-gara politik. Silahkan berbeda tapi kembangkan dengan cara yang baik, jaga persatuan dan agar tidak terbelah serta terjadi perpecahan,”ujar Ketua STAI Al-Hamidiyah, Khamid, kemarin.

Menurutnya, mahasiswa merupakan agent of exchange dan bukan pengekor serta memiliki prinsip. Ia menambahkan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) adalah independen. Sebagai pihak kampus tidak akan mengintervensi pilihan politik maupun gerakan. Tapi, diharapkan mahasiswa kritis mempunyai pendirian dan tidak destruktif.

“Dalam berpolitik, di tengah perbedaan tersebut memiliki tujuan yang sama. Saat ini proses perpolitikan juga menjadi bahan pendidikan bagi mahasiswa. Diharapkan, tidak menimbulkan perpecahan di masyarakat,”paparnya.

Salah satu narasumber, Muhajirin mengungkapkan bahwa demokrasi tidak bertentangan dengan Islam. Ia menambahkan, Indonesia bukanlah Negara Islam. Akan tetapi, lanjutnya, esensi dari nilai-nilai ajaran Islam sudah diterapkan dalam Undang-undang, peraturan dan aturan sosial.

“Jadi, tidak menekankan pada simbol-simbol keislaman atau syariat Islam. Namun, esensi dari nilai ajarannya sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tandas Ketua Bidang Akademik dan Kemahasiswaan STAI Al-Hamidiyah Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut sejumlah narasumber hadir seperti mantan Ketua KPUD Kota Depok, H. Raden Salamun Adiningrat, pengamat pendidikan dari UPI, Asroi dan lainnya. Penyelenggara kegiatan dari BEM STAI Al-Hamidiyah dan sedikitnya 200 peserta dari mahasiswa antusias mengikuti acara tersebut.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here