Suku Bunga KUR Dinilai Iwapi Masih Tinggi

59
Menteri Tenaga Kerja bersama Iwapi saat meninjau stand UMKM

Pancoran | jurnaldepok.id
Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia atau Iwapi, Dyah Anita Prihapsari menyebut, daya saing kaum perempuan sebagai pelaku usaha mengalami perkembangan yang cukup signifikan.

Nita mengatakan itu saat menghadiri
pagelaran produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM Iwapi, di Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Sabtu (19/1).

Dia menambahkan, kondisi ini, dinilai akan semakin berkembang jika ditunjang dengan penekanan suku bunga pada Kredit Usaha Rakyat atau KUR. Selain soal suku bunga, kata Nita, tantangan lainnya agar perempuan Indonesia dapat bersaing dan berkembang adalah perubahan paradigma.

“Di daerah itu masih banyak yang menganut culture patriarki, kalau perempuan itu hanya bisa di rumah. Kita harus tahu, bahwa perempuan itu berhak jadi pengusaha dan perempuan tidak hanya di rumah,” katanya.

Terkait hal itu, Iwapi pun turun langsung ke masyarakat dengan konsep road show.
Salah satunya hadir di wilayah Depok. Nitaa menjelaskan, Iwapi berdiri sejak tahun 1975, dan telah memiliki anggota dari 40 ribu perempuan pengusaha dengan 85 persen diantaranya adalah pelaku mikro besar. Sedangkan 12 persen mikro menengah dan sisanya pelaku usaha kecil.

Saat ini, kata Nita, suku bunga KUR telah mencapai sekira 7 persen dari angka sebelumnya yang mencapai 21 persen. Namun hal itu juga masih dirasa berat jika dibandingkan dengan negara tetangga.

“Di Thailand itu perempuan dapat support dari pemerintahnya dikasih bunga 2,5 persen per tahun. Kami berharap pemerintah kita juga bisa turunkan lagi,” harapnya.

Lebih lanjut Nita mengatakan, program road show ini juga untuk mengembangkan usaha para pelaku UMKM dengan basis digital atau online.

Di tempat yang sama, Menteri Ketanagakerjaan RI, Hanif Dhakiri mengungkapkan, pemerintah telah menentukan sejumlah skema bantuan bagi UMKM. Salah satunya dengan kredit kecil usaha rakyat yang diturunkan terus menerus oleh Presiden RI, Joko Widodo.

“Kalau enggak salah dari 21 persen sekarang turun sampai tujuh persen. Jenis bantuannya pun macam-macam angkanya, ada yang sampai Rp 500 juta, Rp 25 juta, terendah ada sampai Rp 10 juta,” tandasnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga telah memfasilitasi penurunan pajak dari satu persen ke 0,5 persen, serta peningkatan fasilitas dan peningkatan skill.

“Pemerintah juga telah memberikan bantuan teknologi tepat guna dan membuka diri untuk kerjasama dalam kelompok di masyarakat seperti Iwapi ini akan kita sama-sama berdayakan dan mendorong produktifitas,” katanya.
Hanif pun mengaku antusias dan bangga dengan perkembangan para pelaku usaha dari kaum hawa tersebut.

“Saya senang melihat diversifikasi dari usaha kaum perempuan. Ini sekaligus menandai partisipasi kaum perempuan, membantu tumbuhnya ekonomi dan lapangan kerja sekaligus inovasi dari UMKM kita.” jelasnya.

Ketua IWAPI Depok, Sri Sunarti mengakui kegiatan pameran dan produk di halaman parkir Apartemen Royal, Rawa Denok, diikuti sekitar 320 orang anggota dari 11 kecamatan di Kota Depok.

Produk IWAPI Kota Depok yang dipamerkan berupa kuliner, fashion, makanan, sepatu, dan unggulan kuliner khas Depok berupa minuman olahan dari Belimbing asal Sawangan.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran yang ada di Kota Depok.

“Melalui produk olahan alami dan dibuat sendiri, kami harapkan dapat dipasarkan tidak hanya nasional maupun juga go Internasional. Ada juga produk dari anggota IWAPI Depok berupa makanan Rendang Ibu Tuti sudah masuk penjualan skala nasional,” pungkasnya. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here