Yayasan Fathul Khair Akhirnya Dieksekusi

257
Aparat kepolisian saat mengamankan proses eksekusi terhadap Yayasan Fathul Khair

Cimanggis | jurnaldepok.id
Lantaran bangunannya tidak memiliki IMB, Yayasan Fathul Khair yang berada di Jalan Sumur Bandung 3, Kampung Pedurenan Harjamukti, Cimanggis, Kota Depok terpaksa harus dieksekusi oleh Juru Sita Pengadilan Negeri Kota Depok dan Polresta Depok.

Pemasangan papan sitaan pun dilakukan oleh aparat gabungan tersebut. Pengacara Hj. Sining dan Haji Muhammad Sobari, yakni Ismar Zaini sebagai pemohon menjelaskan, permasalahan kasus pembangunan gedung tanpa ijin di atas lahan milik kliennya tersebut dikasuskan pada 12 November 2013. Kliennya mengajukan gugatan perdata di PN Depok terhadap HJ. Baroriah.

“Persidangan berjalan gugatan dari Hj.Sining dan H Muhamad Sobari memenangkan di tingkat PN Depok, Pengadilan Tinggi Jawa Barat, dan tingkat Makhamah Agung, lalu inkracht untuk eksekusi pemilik tanah atas HJ. Baroriah CS lantaran membangun gedung tanpa IMB diatas lahan yang telah diwakafkan,” ungkap Zaini.

Dia menceritakan, pada awalnya Hj. Baroriah menempati rumah kontrakan milik Hj. Sining setelah itu oleh pemohon diberikan tanah wakaf di luar objek 400 meter persegi digunakan untuk yayasan yatim piatu.

Pemohon juga kembali mewakafkan tanah 150 meter untuk dibangun musolah. Tapi meski sudah dikontrakan dan diberikan tanah wakah tapi lahan yang ada malah dibangun gedung untuk yayasan sekolah RA, MTI, MTS.

“Tidak ada IMB tanpa sepengetahuan pemohon sebagai pemilik SHM No. 593 Hj. Sining dengan Luas 1560 M persegi,”kata dia.

“Setelah ada rekopensi atau gugat balik namun kalah dan memintah untuk segera mengosongkan tanah tersebut,” terang dia.

Di tempat sama, Kabag Ops Polresta Depok Kompol Hari Agung mengatakan, untuk agenda penyitaan pihaknya bersama juru sita PN Depok hanya membacakan surat penetapan eksekusi.

“Masih ada anak-anak yang sekolah kita koordinasi dengan KPAI sampai anak tersebut dipindahkan ke gedung baru baru eksekusi pengosongan lahan baru dapat dilakukan,” pungkasnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here