Aduh…Nur Mahmudi Tersangka

475
Nur Mahmudi Isma'il

Margonda | jurnaldepok.id
Tim penyidik Tindak Pidana Polresta Depok menetapkan mantan Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail (NMI) menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembebasan Jalan Nangka di Kecamatan Tapos.

Hal itu dibenarkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (28/8) malam.

Dia mengatakan tim penyidik Polresta Depok menetapkan mantan Menteri Kehutanan dan Perkebunan di era Presiden Gus Dur itu sebagai tersangka terkait kasus korupsi Jalan Nangka.

“Ya yang bersangkutan telah dinaikan status ke tersangka melalui mekanisme gelar perkara dan proses penyelidikan,” ujar Argo.

Dia mengatakan selain Nur Mahmudi, polisi juga menetapkan mantan Sekretaris Daerah Pemkot Depok yakni Harry Prihanto menjadi tersangka. Data audit BPKP menunjukkan ada dugaan kerugian negara.

Argo belum bisa merinci lebih jauh soal kerugian negara akibat proyek jalan itu.

Argo mengatakan, Nur Mahmudi ditetapkan sebagai tersangka pada (20/8).
Ia menambahkan, penyidik punya alat bukti kuat sehingga menetapkan Nur Mahmudi sebagai tersangka.

Sebelumnya, pada Kamis 19 April 2018 lalu mantan Presiden Partai Keadilan (PK) yang saat ini menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diperiksa oleh tim penyidik Tindak Pidana Korupsi Polresta Kota Depok selama delapa jam. Polisi telah memeriksa 30 orang saksi terkait kasus itu.

Sebelumnya, Ketua LSM Kapok, Kasno memberikan support kepada aparat penegak hukum dengan cara memberikan beberapa bukti baru terkait kasus dugaan korupsi Jalan Nangka.

“Kami apresiasi kepada Kapolresta Depok beserta jajaranya yang sudah bertugas dan mampu mengungkap kasus besar, salah satunya adalah kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) APBD Kota Depok tahun 2015 untuk kegiatan pengadaan tanah dan peleberan Jalan Nangka, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Cimanggis,” ujar Kasno usai menyerahkan beberapa berkas di Polresta Depok, Senin (23/4).

Ia juga mengapresiasi Polresta Depok beserta jajaranya yang mampu memeriksa mantan Walikota Depok periode 2005-2010 dan 2010-2015, Nur Mahmudi Isma’il. Hal tersebut, kata dia, tentunya sangat banyak meyedot perhatian sekaligus ucapan apresiasi masyarakat terhadap kinerja Polresta Depok beserta jajaranya.

Dari itu, sambungnya, LSM KAPOK dan segenap elemen masyarakat lainya tetap akan mengawal dan memberikan dukungan serta support sepenuhnya kepada Kapolresta Depok Kombes Pol Dididik Sugiarto beserta jajaranya, untuk mengungkap kasus-kasus Tipikor khususnya di wilayah hukum Kota Depok.

“Perlu diketahui pada 2011 kami pernah menemukan dugaan Tipikor yang mengakibatkan kerugian keuangan Negara kurang lebih Rp 50.000.000.000 (lima puluh milyar rupiah), kerugian keuangan Negara tersebut berasal dari uang ganti rugi fasos dan fasum yang terkena pembebasan Jalan Tol Cijago segmen 1 (satu),” pungkasnya. n CR1-JD | Rahmat Tarmuji

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here