Izin Mares Bisa Dicabut

1357
Mohammad Idris

Margonda | jurnaldepok.id
Walikota Depok, Mohammad Idris mengimbau kepada Satpol PP Kota Depok untuk semakin gencar melakukan razia di sejumlah apartemen di Kota Depok. Ia juga berencana mengkaji perizinan apartemen Margonda Residence 2 (Mares).

“Lokasi yang paling dekat yang akan kami sidak Margonda Residence. Saya sudah perintahkan jajaran untuk semakin gencar melakukan sidak (razia) untuk menertibkan tempat-tempat kegiatan prostitusi itu,” ujarnya, kemarin.

Dia mengatakan, yang dirazia pertama adalah software. Ini adalah program kegiatan pemerintah untuk menertibkan tempat-tempat kegiatan prostitusi itu berlangsung dengan cara sidak.

Yang kedua, sambungnya, dengan cara hardware, yaitu dengan menambahkan sumber daya manusia (SDM) yang berjaga dan penambahan fasilitas sarana dan pra sarana di apartemen tersebut.

Menurutnya, RT dan RW sebagai aparat terdekat di wilayah Apartemen Margonda Residence pun mengalami kesulitan untuk masuk ruang apartemen ataupun memantau kegiatan prostitusi online di apartemen tersebut.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Depok mengusulkan untuk menambah CCTV dan penambahan personel penjagaan di Apartemen Margonda Residence.

“Kami juga akan buat tempat pengaduan masyarakat, misalnya buat tim Pokdar namanya untuk mengawasi apartemen itu,” paparnya.

Dia mengaku masih mengkaji desakan DPRD Depok untuk menutup dan mencabut izin operasi apartemen Margonda Residence (Mares) 2, terkait adanya dugaan praktek prostitusi online yang berhasil diungkap polisi Polresta Depok.

“Kami sedang kaji dan masih diselidiki lagi soal itu. Kami juga koordinasi dengan pengelola apartemen,” katanya.

Menurutnya, jika terbukti di sana memang dijadikan sebagai tempat prostitusi, maka pihaknya akan menindak sesuai aturan yang berlaku.

“Kalau kami nilai terbukti, maka akan ditindakan sesuai dengan ketentuan. Apa tindakannya, kami lihat lagi nanti terkait Perda dan Perwalnya, ya,” ungkapnya.

Sebelumnya aparat Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Depok menangkap enam pelaku bisnis esek-esek atau prostitusi online dengan aplikasi We Chat dari kamar apartemen di Jalan Margonda Kelurahan Pondokcina, Kecamatan Beji, pada Selasa (14/8) malam.

Kasatreskrim Polresta Depok Kompol Bintoro kepada wartawan, Rabu (15/8) mengatakan sekitar enam orang yang diamankan polisi dari Apartemen Margonda Residence 2 di Kecamatan Beji.
Mereka yang diamankan dua pria SG (20), AD (19), dan empat wanita yakni diduga sebagai PSK FO (19), DP (22), MF (20) dan MR (18).

“Berdasarkan informasi dari masyarakat tentang adanya bisnis prostitusi online yang terjadi di Apartemen Margonda Residence, pada Selasa (14/8) pukul 18.00 WIB, anggota kami melakukan pengungkapan di Apartemen Margonda Residence 2 dan berhasil mengamankan beberapa orang wanita dan laki-laki,” pungkasnya. n CR1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here