7 Maling Di Perumahan Villa Casablanca Diringkus

362
Inilah ketujuh maling di Perumahan Villa Casablanca berikut barang bukti yang berhasil diamankan jajaran Polresta Depok

Margonda | jurnaldepok.id
Tim Buser Satuan Reserse Kriminal Polresta Kota Depok akhirnya meringkus tujuh pelaku pembobol 9 rumah di Perumahan Villa Casablanca Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan yang terjadi beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Bintoro mengatakan ada tujuh tersangka yang diamankan usai membobol rumah mewah di Villa Casablanca, Kecamatan Sawangan. Pembobolan rumah itu terjadi pada, Selasa(7/8).

“Mereka berinisial A (48), T (45th), D (60th), U (32th), B (35th) dan N (35th) ditangkap di Bogor serta J (23th),” katanya, Senin (20/8).

Para pelaku dicokok di sejumlah tempat. Mereka diamankan pada, Rabu (15/8).

“Mereka rata – rata kami ringkus di daerah Bogor dan Sukabumi, namun waktunya tidak sama,” tandasnya.

Yang pertama diamankan adalah A di Kampung Leuwinanggung, Cicurug Kabupaten Sukabumi. Kemudian didalami informasi pelaku dan petugas berhasil mengamankan enam pelaku lainnya.

“Selama kurang lebih, lima hari kami berhasil mengamankan seluruh pelaku,” paparnya.

Dari tangan pelaku diamankan sejumlah barang bukti. Antara lain dua buah tas berisi peralatan untuk melakukan kejahatan dan sejumlah hasil kejahatannya.

“Kami masih melakukan penyidikan dan pengembangan, karena pengakuan para pelaku bukan baru kali ini saja mereka melakukan pencurian,” terangnya.

Dari hasil pengembangan diketahui bahwa komplotan ini sudah beraksi tiga kali di Depok. Antara lain di Sawangan dua kali dan Cimanggis satu kali.

“Mereka sudah dua tahun. Mereka berjejaring satu sama lain dan saling kenal dari satu teman ke teman lain,” tukasnya.

Kawanan ini merupakan residivis. Sasaran ditarget secara random. Dengan bekal kepiawaian komplotan ini sudah tahu lokasi mana yang menjadi sasaran.

“Sasaran random. Mereka mutar dan ketika dirasa sasaran ini pengawasan pengamanannya lemah maka langsung bertindak. Mereka sudah paham betul mana lokasi yang memungkinkan,” katanya.

Jam operasional komplotan itu sekitar pukul 02.00-05.00 WIB. Mereka juga selalu membawa senjata tajam untuk mempermudah tindakan pencurian. Selain itu mereka juga membawa jimat yang diklaim sebagai ilmu kebal. Pengakuannya dengan jimat tersebut pelaku bisa tahan terhadap tembakan.

“Pengakuannya seperti itu. Ini (jimat,red) dibawa oleh satu orang,” ungkapnya.

 

Kini ketujuh pelaku masih mendekam di sel Polresta Depok. Mereka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

“Ancaman sembilan tahun penjara,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here