Prostusi Online di Apartemen Margonda Residence Terbongkar

531
Inilah pelaku prostitusi online yang beroperasi di Apartemen Margonda Residence dan berhasil diringkus oleh aparat kepolisian

Margonda | jurnaldepok.id
Aparat Kepolisian Polresta Depok berhasil mengungkap praktik prostitusi online di Apartemen Margonda Residence 2, di Jalan Margonda Kelurahan Pondokcina, Kecamatan Beji.

Kasatreskrim Polresta Depok, Kompol Bintoro mengatakan, sekitar enam orang yang diamankan polisi dari Apartemen Margonda Residence 2 Depok. Mereka adalah SG (20), AD (19), FO (19), DP (22), MF (20) dan MR (18).

“Berdasarkan informasi dari masyarakat tentang adanya bisnis prostitusi online yang terjadi di Apartemen Margonda Residence, pada Selasa (14/8) pukul 18.00 WIB, anggota kami melakukan pengungkapan di Apartemen Margonda Residence 2 dan berhasil mengamankan beberapa orang wanita dan pria,” ujarnya, Rabu (15/8).

Ia mengatakan, rata-rata usia mereka masih produktif antara 18-22 tahun. Tarifnya pun bervariasi antara Rp 500.000-800.000 sekali berhubungan.

Lebih lanjut ia mengatakan, saat beroperasi para PSK itu selalu membawa alat kontrasepsi.

“Saat digerebek, SG yang sedang bersama dengan seorang laki-laki yang diduga sebagai pelanggannya,” paparnya.

Dari tangan SG ditemukan satu buah alat kontrapsepsi, satu buah pelicin, uang sebesar Rp 800.000 dan kunci apartment. Sedangkan FO diamankan ketika sedang menunggu pelanggan untuk melakukan hubungan seksual dengan tarif Rp Rp 800.000.

“Kami amankan juga AD bersama laki-laki yang hendak melakukan hubungan seksual. Diamankan juga enam buah alat kontrasepsi, uang sebesar Rp 500.000 dan kunci apartment,” paparnya.

Selain itu diamankan pula DP dengan seorang laki-laki yang diduga pelanggan dan akan melakukan hubungan dengan tarif Rp 500.000. Di situ, polisi mengamankan dua buah alat kontrapsepsi bekas pakai, uang sebesar Rp 500.000 dan satu buah kunci apartment.

“Sedangkan MF diketahui sedang bersama MR menunggu tamu suruhan AD. MR yang memegang uang hasil dari pelanggan AD ditemukan barang bukti uang sebesar Rp 750.000,” ungkapnya.

Saat ini keenam orang itu masih diperiksa di Polresta Depok. Identitas keenam orang itu pun masih dilengkapi.

Polisi sudah memasang garis polisi di kamar yang diduga dipakai tempat transaksi.

“Kami memeriksa pemilik kamar apartement juga. Kami amankan kunci kamar apartment,” pungkasnya. CR1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here