Ceramah Neno, Berjalan Lancar

235
Hj Neno Warisman (ist)

Margonda | jurnaldepok.id
Meskipun kehadirannya mendapatkan penolakan melalui spanduk, namun Neno Warisman tetap hadir dan memberikan tausyiah di Masjid Baitul Kamal yang berada di lingkungan Balaikota Depok, Jalan Margonda.

Neno mengaku tak gentar dengan kemunculan spanduk berisi pesan penolakan atas rencana kehadirannya di sebuah forum pengajian di Depok.

“Kami kan sudah lama tinggal di Depok, sudah puluhan tahun kenapa kami takut,” ujarnya, Rabu (15/8).

Dirinya mengaku memang diundang dan sudah menjadi kewajiban untuk hadir.

“Masa tetangga ngundang, saya enggak datang,” katanya.

Dia mengaku baru belakangan mengetahui keberadaan spanduk-spanduk yang berisi pesan penolakan terhadapnya. Tetapi, ia menganggap itu biasa saja.

“Kami enggak perlu khawatir,” tegasnya.

Neno hadir di masjid itu sebagai penceramah. Dalam tausiahnya, dia menjelaskan, tentang adab memperlakukan orangtua dan anak. Neno tak sedikit pun membahas isu politik dalam ceramahnya.

Sementara itu spanduk provokatif penolakan ditemukan dibentangkan di kawasan Grand Depok City, Sukmajaya.

Spanduk penolakan yang tertulis, “Warga Depok Menolak Kedatangan Neno Warisman Menggunakan Agama Untuk Misi Politik Tolak Politisasi Agama. NKRI Harga Mati terpampang di Jembatan Penyeberangan Orang depan Balaikota Depok.

Kepala Bidang Ketenteraman Masyarakat dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Depok, Kusumo mengaku telah memerintahkan aparatnya untuk membersihkan spanduk-spanduk semacam itu.

“Sudah tadi pagi, langsung kami copot-copotin,” pungkasnya. n CR1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here