Risma Ternyata Dibunuh Oleh Suaminya

298
Aparat kepolisian berhasil menangkap pelaku pembunuhan terhadap Risma, yang belakangan diketahui pelaku adalah suaminya sendiri

Margonda | jurnaldepok.id
Aparat Kepolisian Polsek Cimanggis bersama Polresta Depok menangkap JR (28), seorang pengemudi ojek online di Bogor.

JR diciduk aparat kepolisian karena diduga telah membunuh istrinya Risma Sitinjak hingga tewas di rumah kontrakan di RW 05 Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Sabtu(11/8).

Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Bintoro mengatakan, JR yang tidak lain suami korban ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah membunuh istrinya dengan cara mencekik di leher.

“JR ini adalah orang dekat korban atau dengan kata lain suami korban. Dia yang melakukan pembunuhan R, pelaku sudah kami amankan,” ujarnya, Selasa (14/8).

Dia mengatakan, motif pembunuhan Risma Sitinjak (30) diketahui karena suami korban JR merasa cemburu. JR (28) suami korban mengaku terbakar cemburu mengetahui istrinya diduga memiliki hubungan dengan pria lain.

Sebelum tewas, Risma sempat adu mulut dengan suaminya JR yang menyebabkan pelaku dan korban berkelahi. Pertengkaran itu terjadi pada 9 Agustus. Sementara jasad Risma ditemukan pada 11 Agustus.

“Jadi alasan motif yang bersangkutan membunuh adalah karena sakit hati. Yang bersangkutan merasa sakit hati, cemburu terhadap korban yang diketahui selingkuh,” paparnya.

Setelah kejadian tersebut, pelaku tidak langsung melaporkan kejadian. Pelaku justru melarikan diri ke rumah kerabatnya. Penangkapan pelaku dari hasil kerjasama Dit Reskrim Umum Subdit Resmob dan Polresta Depok serta Polsek Cimanggis.

“Pelaku JR kami amankan di rumah saudaranya di Bogor,” katanya.

Pelaku pun dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukumannya 10 tahun penjara.

“Keterangan dia masih kami dalami. Saat ini masih diperiksa intensif,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang wanita Risma Sitinjak, Sabtu (11/8) malam ditemukan tewas membusuk di rumah kontrakannya di Jalan Ciherang, RT 5/5, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos.

Informasi yang berkembang menyebutkan jasad korban ditemukan pertama kali oleh rekannya Arga Pranata (22) yang datang ke rumah korban.

Namun sesampainya di kontrakan itu, saksi mendapati pagar tergembok, lalu saksi melompati pagar untuk membuka paksa pintu kontrakan.
Setelah pintu terbuka saksi mencium bau tidak sedap lalu masuk ke dalam didapati korban sudah dalam keadaan terlentang tidak bernyawa sehingga rekan korban minta tolong warga dan menghubungi pihak kepolisian. CR1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here