Polemik PPDB Belum Usai

212
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo melakukan sidak ke SMA Negeri 3 Kota Depok. Kedatangan Hendrik beserta beberapa orang anggota Fraksi PDI Perjuangan itu tak lain untuk melihat secara langsung kondisi di SMA Negeri tersebut pasca penerimaan peserta didik baru (PPDB).

“Sesuai juklak juknis dari Disdik Provinsi Jawa Barat, rombel ada 9 dan setiap rombel berjumlah 36 siswa. Tapi penambahan rombel masih dibolehkan asal disesuaikan dengan kebutuhan dan minat peserta didik,” ujar Hendrik kepada Jurnal Depok, kemarin.

Namun, kata dia, yang harus diantisipasi dan dibasmi adalah praktek jual beli kursi dan pungli akibat adanya penambahan rombel tersebut. Dikatakannya, banyak oknum-oknum yang seolah-olah membantu siswa untuk masuk sekolah negri, tapi ujung-ujungnya minta uang.

“Ini yang tidak boleh karena menjadi praktek jual beli kursi. Kami sidak ke SMAN 3 dan akan lanjut ke SMA yang lain karena ingin memastikan bahwa proses PPDB SMA sudah berjalan dengan baik, bebas dari pungli dan praktek jual beli kursi,” paparnya.

HTA begitu ia disapa akrab, tidak memperdulikan jika ada yang terusik atas sidak yang dilakukannya itu.

“Yang jelas kami ingin memberantas calo PPDB sampai ke akarnya,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu Ketua LSM Kapok Kota Depok, Kasno menyayangkan pernyataan dari salah seorang Anggota DPRD Depok yang mengatakan terdapat 76 siswa didik ilegal di SMAN 3 Depok.

“Seharusnya Anggota DPRD Kota Depok sebelum mengeluarkan pernyataanya bacalah terlebih dahulu Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 422.1/8904-Set-Disdik Tanggal 9 Mei 2018, tentang juklak juknis PPDB Tahun Ajaran 2018-2019. Ketentuan Umum A. 6. Daya tampung, rombongan belajar, dan kuota tiap jalur PPDB, poin 6.2 yang intinya membolehkan hingga 12 robel, tidak hanya 10 rombel,” tanggapnya.

Dikatakannya, pernyataan tersebut diatas terkesan menyalahkan dan menyudutkan pemangku kebijakan di SMAN 3 Kota Depok yang seolah-oleh sejumlah Anggota DPRD Kota Depok bersih tidak ada oknum Anggota DPRD Kota Depok yang menitipkan siswanya khusunya di SMAN 3 Kota Depok.

“Sementara kami mendapatkan informasi bahwa ada sejumlah oknum Anggota DPRD Kota Depok yang menitipkan siswanya dibeberapa SMAN se Kota Depok, khusunya di SMAN 3 Kota Depok, sehingg kami juga ingin tau apakah benar Anggota DPRD Kota Depok periode 2014-2019 di musim PPDB tahun 2018 tidak ada yang tidak menitipkan siswanya di SMAN lainnya khusunya di SMAN 3 Kota Depok,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here