‘Sah-sah Saja Ulama jadi Cawapres’

163
Walikota Depok, Mohammad Idris disaksikan para alim ulama saat menyambut kedatangan KH Syukron Ma'mun dalam acara haul KH Ma'mun bin Ta'yin di Masjid Al Mukhlisin, Kecamatan Sawangan, beberapa waktu lalu

Bojongsari | jurnaldepok.id
Munculnya beberapa orang ulama yang didorong untuk maju dalam pesta demokrasi pemilihan presiden dan wakil presiden, mendapat respon dari Walikota Depok, Mohammad Idris.

Idris yang juga merupakan seorang kiai menilai, sah-sah saja jika ada ulama yang didorong untuk maju dalam pilpres 2019 mendatang.

“Kami melihat tidak ada keterpisahan, jangan dipisahkan antara ulama dan umaro. Sebab, sebagian para nabi juga ada yang menjadi umaro seperti Nabi Sulaiman, Zulkarnain dan sebagainya,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, kemarin.

Ia menambahkan, seorang ulama sah-sah saja nyapres atau cawapres. Yang terpenting, kata dia, ulama tersebut memiliki kapasitas dan integritas serta mampu melakukan pekerjaannya secara profesionalitas.

“Kalau sudah ada kecenderungan aviliasi terhadap ulama nya, kalau ia sudah jadi sebagai pimpinan harus mengayomi semuanya, tidak hanya komunitas ulama,” paparnya.

Jebolan Gontor dan universitas di Saudi Arabia itu menilai, ketika ulama mencalonkan diri sebagai capres maupun cawapres yang akan menimbulkan resistensi di kalangan ummat, hal itu hanya sebuah kesan.

“Kami rasa itu hanya sebuah kesan saja, kan kalau pemimpin sama saja. Misalnya mantan gubernur A dipilih oleh ini, seakan memecah bangsa dan Negara, oh tidak. Inilah memang demokrasi, jangan diinterpretasi dengan yang provokatif,” ungkapnya.

Dengan begitu, sambungnya, sangat sah dan tidak akan menjadi masalah jika ada dari kalangan ulama yang nantinya akan maju sebagai capres maupun cawapres pada pilpres 2019.

“Asalkan yang diutamakan persatuan bangsa dan Negara, bukan masalah kelompok atau golongan. Ini sudah menjadi komitmen, makanya harus berhati-hati dalam menanggapi kiriman-kiriman yang masuk ke ponsel kita dan bersifat provokatif, itu jangan dishare kemana-mana, ini yang bisa memecah bangsa,” terangnya.

Sebelumnya ramai diperbincangkan beberapa tokoh ulama yang didorong untuk maju dalam pilpres 2019 mendatang. Sebut saja Ustad Abdul Somad yang namanya belakangan digadang-gadang maju dalam pilpres mendatang.

Seperti dilansir dari Tribun Medan, saat melakukan ceramah di Pesantren Darul Quran, UAS menjawabnya dengan candaan yang membuat ratusan orang yang hadir tertawa.

“Mana lah mungkin saya capres, jadi penceramah saja dulu saja saya,” katanya.

Ia juga mengatakan, untuk menunggu hasil dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat, siapa yang akan menjadi cawapres.

“Gak usah kita sehat-sehat isu dulu, lihat saja nanti pada waktunya, siapa yang akan menjadi calon,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here