Bangli Terminal Dibongkar

124
Terlihat bangunan liar yang berada di dalam terminal telah dibongkar

Margonda | jurnaldepok.id
Lebih dari 50 bangunan liar (Bangli) milik pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Terminal Terpadu Kota Depok dibongkar sendiri oleh pemiliknya. Hal itu dilakukan setelah pihak Satpol PP melayangkan suart teguran kepada pemilik bangli.

“Mereka bongkar sendiri, ada sekitar 50 lapak yang dibongkar oleh pemiliknya,” ujar Yayan Arianto, Kasatpol PP Kota Depok, kemarin.

Ia menambahkan, untuk mencegah munculnya kembali para PKL, pihaknya akan melakukan patrol secara rutin yang melibatkan unsur Dinas Perhubungan dan Polresta Depok.

“Kami tengah menunggu pembangunan pos bersama oleh PT Andyka, karena untuk fasilitas dan akomodasi PT Andyka lah yang menanggung,” paparnya.

Sebelumnya Satpol PP juga melakukan penutupan pintu keluar Terminal Terpadu Kota Depok beberapa hari lalau.

Dalam kegiatan itu Yayan menerjunkan PPNS nya untuk menutup pintu keluar terminal.

“Kami terjunkan PPNS Satpol PP disaksikan oleh Dishub dan Polresta Depok,” tandas Yayan.

Sebelumnya Dinas Perhubungan Kota Depok dan instansi terkait, Senin (30/7) telah memindahkan fungsi Terminal Terpadu Depok ke depan Stasiun Depok Baru.

“Pengalihan Terminal Terpadu Depok ke terminal sementara di depan Stasiun Depok Baru. Waktu pemindahan ini akan berlangsung mulai 30 Juli sampai 3 Agustus. Terminal dipindah ke Stadebar hingga proyek pembangunan terminal selesai,” kata Dadang.

Ia menambahkan, seluruh armada angkutan dipindah ke terminal sementara, begitu juga dengan kantor UPT Terminal Terpadu.

“Hal ini dilakukan sehubungan akan dimulainya pembangunan Metro Starter Depok melalui BGS yang didalamnya ada terminal Depok yang lebih modern,” paparnya.

Dari data yang diperoleh Jurnal Depok, ada 17 trayek angkutan dalam kota yang masuk ke Terminal Terpadu Kota Depok seperti Depok Dalam, Depok II Tengah, Kampung Rambutan, Depok-Parung, Depok-Lebak Bulus dan lainnya.

Sementara Bus AKDP yang masuk terminal Depok setiap harinya mencapai 9 trayek dan Bus AKP tujuh trayek.

“Namun kondisi saat ini banyak juga yang sudah tidak beroperasi, terutama angkot,” jelasnya.

Dari itu Dadang berharap, warga khususnya pengguna angkutan umum dapat mengetahui tentang pemindahan terminal tersebut.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh awak angkutan dapat mengikuti arahan yang sudah ditentukan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here