Megapolitan Tak Direstui Ukur Lahan

190

Limo | jurnaldepok.id
Rencana PT Megapolitan Developments Tbk melakukan pengukuran lahan di Jln Masjid Daruttaqwa Rw 06 Kelurahan Krukut, kemarin terpaksa dibatalkan lantaran mendapat perlawanan sengit dari ahki waris pemilik tanah.

Kepada Jurnal Depok perwakilan PT Megapolitan Developments Tbk, Herdi Prasetyo mengatakan tidak bisa melaksanakan pengukuran lahan seluas 1.000 meter persegi itu lantaran tidak mendapat izin dari Husen selaku ahli waris pemilik lahan.

“Kami hanya diperintahkan untuk melakukan pengukuran lahan seribu meter yang masuk pada SHGB 4 peta bidang tanah milik PT Megapolitan tapi situasinya tidak memungkinkan sehingga kami putuskan untuk membatalkan pengukuran, ” ujar Herdi kepada Jurnal Depok tanpa merinci alasan saat ditanya tentang keganjilan alas hak HGB 4 yang hamparan lahannya sangat jauh dari objek tanah yang disengketakan.

Sementara ahli waris pemilik lahan Husen mengatakan tidak mengizinkan pihak Megapolitan untuk melakukan kegiatan apapun diatas lahan tersebut termasuk melaksanakan pengukuran terlebih kata dia utusan PT Megapolitan tidak didampingi oleh tim ukur resmi dari BPN Depok.

“Sebelumnya PT Megapolitan telah menyuruh orang untuk menanam plang nama PT Megapolitan diatas tanah milik kami beberapa silam dan sekarang mereka akan mengukur secara sepihak tanah kami tanpa ada surat perintah dari BPN padahal secara kasat mata saja bisa dilihat dipeta bidang bahwa objek lahan kami ini posisinya tidak satu hamparan dengan lahan HGB 4 yang dijadikan alasan oleh PT Megapolitan untuk mencaplok tanah kami oleh sebab itu kami tidak izinkan mereka melakukan pengukuran, ” ujar Husen.

Dikatakannya, tindakan PT Megapolitan yang ingin melakukan pengukuran tanah milik keluarganya itu merupakan tindakan konyol dan tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

“Saya sudah tanya maksud meraka datang kelokasi tanah kami dan setelah saya tahu, jelas saya keberatan karena selain tidak mengikutsertakan tim ukur dari BPN sebagai institusi resmi dalam melakukan pengukuran tanah,” pungkas Husen. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here